Organisasi Islam dan Keagamaan Dukung Pemerintah Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
IMG 20201117 WA0105
Lembaga Persahabatan Ormas Islam atau Keagamaan (LPOI / LPOK) gelak konferensi pers pada hari Selasa 17 November 2020. [foto : Rohman / Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Sebanyak 14 Ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam atau Keagamaan (LPOI / LPOK) memberikan pernyataan sikap mendukung Pemerintah untuk menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan.

Peryataan sikap yang disampaikan Lembaga Persahabatan Ormas Islam ini dilakukan karena merasa prihatin masih adanya pihak-pihak yang kurang peduli, bahkan sampai menambah masalah dengan tak mengindahkan protokol kesehatan di tengah pendemi Covid-19 yang belum selesai.

Bacaan Lainnya

Ditambah lagi, salah satu efek samping dari adanya pandemi tersebut adalah penurunan ekonomi yang sangat tajam.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Sekjend LPOI, Denny Sanusi sekaligus mewakili 20 Ormas Keagamaan dari berbagai agama di Indonesia tersebut, terdapat beberapa poin, salah satunya adalah imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mentaati protokol kesehatan serta menghindari kerumunan masa.

Lebih lanjut LPOI menegaskan, mendukung Pemerintah dan penegak hukum untuk menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan yang tidak mentaati peraturan tersebut.

“Kami mendukung Pemerintah untuk menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan yang tidak mentaati peraturan Pemerintah, serta menghimbau kepada masyarakat luas untuk tetap menjaga kesehatan dengan melakukan 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker), serta menghindari kerumunan masa,” kata Denny di Jalan Kramat VI Nomor 14, Senen, Jakarta Pusat, Senin (17/11/2020).

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD juga telah menyampaikan akan menindak tegas dan melakukan tindakan hukum terhadap siapapun yang melakukan pengumpulan masa dalam jumlah besar dan masih melanggar protokol kesehatan.

“Pemerintah memperingatkan kepada para kepala daerah, pejabat publik, aparat dan masyarakat di seluruh Indonesia, bahwa Pemerintah akan bertindak tegas dan melakukan penegakan hukum bila masih melakukan pengumpulan masa dalam jumlah besar,” kata Mahfud, Senin (16/11) kemarin.

Dan Mahfud juga mengajak semua tokoh agama dan tokoh masyarakat agar ikut pro aktif dalam mensosialisasikan penegakan protokol kesehatan itu.

“Khusus terhadap tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan untuk memberikan contoh dan teladan kepada semua warga untuk mematuhi protokol kesehatan,” tegas Pria kelahiran Madura tersebut.

IMG 20201117 WA0106
Foto : Rohman / Inisiatifnews.com

LPOI/LPOK juga menyampaikan pesan untuk tidak menggunakan simbol-simbol keagamaan untuk kepentingan pribadi dan golongan, serta menyampaikan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Perlu diketahui, bahwa LPOI/LPOK terdiri dari 14 ormas Islam yang lahir sebelum kemerdekaan. Mereka terdiri antara lain ;

1. Nahdlatul Ulama (NU),
2. Syarikat Islam Indonesia (SII),
3. Persatuan Islam (PERSIS),
4. Al Irsyad Al Islamiyyah,
5. Mathlaul Anwar,
6. Al-Ittihadiyah,
7. Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI),
8. Ikatan DAI Indonesia (IKADI),
9. Azzikra,
10. Al-Washliyah,
11. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI),
13. Persatuan Umat Islam (PUI),
14. Himpunan Bina Mualaf.

Sementara itu, ada 6 organisasi keagamaan lainnya yang tergabung, antara lain ;

1. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI),
2. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI),
3. Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi),
4. Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi),
5. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan
6. Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait