Copot Paksa Baliho Rizieq, Pengamat Intelijen Nilai TNI Jaga Rakyatnya

  • Whatsapp
IMG 20201120 143103
Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta.

Inisiatifnews.com – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mengapresiasi sikap tegas jajaran TNI yang melakukan penertiban baliho imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

“Sikap yang tepat,” kata Stanislaus kepada Inisiatifnews.com, Jumat (20/11/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, TNI adalah aparat keamanan yang memiliki tugas untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dari berbagai upaya untuk memecah belah bangsa.

“TNI berada di garis terdepan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

“Jika sudah ada gejala yang mengarah kepada gangguan persatuan dan kesatuan, maka jika TNI turun tangan itu sudah semestinya,” imbuhnya.

Sikap tegas TNI ini juga dipandang Stanislaus sebagai salah satu upaya untuk menjaga keutuhan persatuan rakyatnya dari upaya pecah belah kelompok tertentu.

“Sikap TNI ini menunjukkan negara hadir dan konsisten untuk menjaga rakyatnya,” tandasnya.

Ia pun memandang bahwa TNI khususnya Kodam Jaya tak perlu khawatir dengan stigma negatif yang tengah dialamatkan beberapa kelompok atau individu kepada TNI.

“Pangdam sudah menyebutkan bahwa beberapa kali Satpol PP sudah menurunkan tapi dipasang lagi,” terangnya.

Sehingga ketika TNI yang turun tangan langsung, maka itu bukan persoalan lagi karena yang diutamakan adalah bagaimana menjaga dan mengantisipasi agar antar sesama anak bangsa tidak terpecah dengan baliho-baliho provokatif dari Habib Rizieq dan simpatisannya.

“Dalam situasi ini terutama terkait hal-hal yang bisa menjadi sumber perpecahan, maka ketika TNI turun tangan itu bukan suatu persoalan,” ucapnya.

“Ini bukti negara hadir untuk melindungi rakyat dan menjaga persatuan dan kesatuan,” tutup Stanislaus.

Perlu diketahui, bahwa Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman menegaskan, bahwa dirinya sendiri yang menurunkan instruksi kepada anggotanya untuk melakukan penurunan baliho Habib Rizieq.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu,” kata Mayjen Dudung di bilangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, hari ini.

Dudung menegaskan ada aturan yang harus dipatuhi terkait pemasangan baliho. Ia meminta tidak ada pihak yang seenaknya sendiri dan merasa paling benar.

“Kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya,” tegasnya. [RED]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait