Penceramah di Lingkungan BUMN, Mahfud MD : NU Sudah MoU, Muhammadiyah dan MUI Menyusul

  • Whatsapp
20200914 223058
Mahfud MD dan Syekh Ali Jaber

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menyampaikan, bahwa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan segera menggandeng Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penjajakan ini dilakukan agar seluruh ormas Islam di Indonesia dapat mengirimkan penceramah terbaiknya untuk berdakwah di masjid-masjid di lingkungan Kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Menurut Meneg BUMN kepada saya akan segera dijajaki juga MoU dengan Muhammadiyah dan MUI agar ormas-ormas tersebut dapat mengirim penceramah di masjid-masjid dan Majelis Ta’lim di lingkungan BUMN,” kata Mahfud MD, Minggu (22/11).

Sementara untuk saat ini, kerjasama secara formal baru dilakukan dengan ormas Nahdlatul Ulama (NU). Sementara ormas-ormas lainnya bakalan segera menyusul.

“Jadi, tak ada kesan pilih-pilih ormas. Masalahnya tinggal bergiliran membuat MoU. MoU baru dilakukan dengan Nahdlatul Ulama, yang lain segera menyusul,” jelas Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini.

Mahfud MD menyebut, ulama dan tokoh, penceramah di bawah ormas Islam baik itu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama maupun ulama-ulama di bawah naungan MUI, dianggap pantas memberikan pencerahan rohani kepada umat.

“Pemerintah menganggap NU dan Muhammadiyah serta MUI, merupakan lembaga yang layak diajak kerjasama untuk memberi pencerahan rohaniah kepada umat,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa Kementerian BUMN telah menggandeng ulama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) untuk bisa mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN.

Hal ini merupakan kelanjutan kerja sama antara Kementerian BUMN dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diteken September lalu.

Kerja sama ini meliputi berbagai program terkait pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) agar sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, optimalisasi peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga pembinaan masyarakat dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.

“Ajaran Islam yang disyiarkan NU serupa dengan pencanangan nilai ahlak di BUMN, yakni bertujuan membangun dan mengembangkan insan masyarakat yang bertaqwa kepada Allah, cerdas, trampil, berakhlak mulia, tentram, adil, dan sejahtera. Kami melibatkan peran aktif NU agar Islam ramah a la NU dapat mewarnai pemahaman keagamaan di lingkungan seluruh BUMN,” kata Erick Thohir, dalam keterangannya, Jumat (19/11).

Dalam waktu dekat, para kiai dan ustaz dari NU akan menjadi khatib dan imam salat Jumat di 22 masjid yang ada di lingkungan BUMN di Jakarta dan Tangerang.

Tercatat ada tujuh masjid di Jakarta Pusat, sembilan di Jakarta Timur, empat di Jakarta Selatan, serta masing-masing satu masjid di Jakarta Utara dan Tangerang yang menjadi inisiator kerjasama syiar Islam tersebut. Semua masjid tersebut berada dalam lingkungan 17 BUMN.

“Saya berharap program ini bisa membentuk seluruh karyawan BUMN memiliki aqidah yang benar berdasarkan ilmu, menjadikan Al-Qur’anul dan As-Sunnah sebagai pedoman dalam memahami tauhid yang sesuai pemahaman Salafush Shalih. Sekaligus membentengi dari pemikiran-pemikiran yang menyimpang dalam Islam,” tandas Erick Thohir. [IMM/NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait