KSPI Diberi Waktu MK 14 Hari Perbaiki Materi Gugatan UU Cipta Kerja

  • Whatsapp
IMG 20201124 WA0064
Ruangan Sidang Mahkamah Konstitusi.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyelesaikan sidang perdana dengan agenda Pemeriksaan Pendahuluan I gugatan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sidang dengan nomor perkara 101/PUU-XVIII/2020 tersebut juga digelar secara daring, di mana para pemohon dan kuasa hukum menghadiri sidang secara virtual.

Bacaan Lainnya

Usai mengikuti sidang perdana pemeriksaan berkas permohonan itu, Said Iqbal menyebut bahwa 14 hari ke depan, sidang dengan agenda pembahasan pokok perkara akan mulai dilakukan.

“Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi dalam sidang perdana ini memutuskan dalam waktu 14 hari ke depan akan melakukan sidang lanjutan,” kata Said Iqbal dalam video conference yang diterima wartawan, Selasa (24/11/2020).

“Sidang lanjutan adalah akan membahas pokok-pokok perkara yang akan diujikan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Prof Arief Hidayat tersebut memberikan beberapa nasehat dan perbaikan terhadap pokok materi gugatan yang diajukan oleh para pemohon.

Salah satu yang disarankan oleh hakim MK adalah penguraian legal standing para pemohon. Termasuk posisi para pemohon yang dicantumkan termasuk penjelasan kerugian konstitusional dan pertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Pemohon supaya lebih bisa menguraikan legal standing yang bisa meyakinkan pada mahkamah kerugian konstitusional pada konfederasi, kerugian konstitusional pada federasi dan kerugian konstitusional pada pekerja,” kata Arief.

“Karena kalau uraiannya tidak jelas, tidak ada sebab akibat, bisa saja kita nanti kalau (menilai) konfederasi dan federasi tidak punya legal standing dan yang punya legal standing hanya pekerja saja,” tambahnya.

Begitu juga perbaikan pada posita dan petitum yang dicantumkan di dalam berkas gugatan para pemohon.

Dan Arief Hidayat memberikan waktu maksimal 14 hari terhitung semenjak hari ini untuk menyerahkan hasil perbaikan.

“Perbaikan permohonan kami tunggu selama 14 hari sejak sekarang. Pukul 11.00 WIB. Sesuai hukum beracara di mahkamah (batas perbaikan) maksimal 14 hari. Jadi kami tunggu perbaikan pada hari Senin 7 Desember 2020,” ucap Arief.

Mendapati saran dan masukan dari hakim MK, tim kuasa hukum pemohon yang merupakan dari kelompok KSPI pimpinan Said Iqbal dan KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea menyatakan menerima dan mengikuti arahan yang disampaikan dalam persidangan.

“Kami akan perbaiki dan kami ucapkan terima kasih,” jelas kuasa hukum pemohon, Andi Asrun dalam persidangan. [NOE]


Pos terkait