Menko Mahfud: Sistem Bernegara Indonesia Tidak Bertentangan dengan Islam

  • Whatsapp
IMG 20201126 WA0047
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof Mohammad Mahfud MD.

Inisiatifnews.com РMenteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi peluncuran buku terbaru Prof. Dr. M. Quraish Shihab berjudul Islam dan Kebangsaan; Tauhid, Kemanusiaan dan Kewarganegaraan.

Menurut Mahfud, buku ini memberikan ketenangan khususnya bagi umat Islam Indonesia. Sebab, dapat memberikan keyakinan bahwa sistem berbangsa dan bernegara yang dipilih Indonesia sudah benar serta yang terpenting tidak bertentangan dengan Islam.

Bacaan Lainnya

“Selamat kepada Prof. Quraish. Ini buku membuat tenang orang Islam di Indonesia. Kalau mau membaca dan mau memahami. Karena buku ini bisa meyakinkan kita bahwa kita ini bernegara dan berbangsa sudah benar, tidak bertentangan dengan ajaran Islam,” ungkap Mahfud saat launching dan Bedah Buku Islam dan Kebangsaan, Tauhid, Kemanusiaan, dan Kewarganegaraan, karya Prof Quraish Shihab, Kamis (26/11/2020).

Menurut Mahfud, keyakinan ini penting lantaran masih ada kampanye yang menyebut bahwa Indonesia ini negara yang salah dan tidak sesuai dengan ajatan Islam. Bahkan, masih ada pemahaman yang mau membongkar ideologi dan strukturnya. Menyebut negara Pancasila tidak benar dan bahkan haram.

“Sekurang-kurangnya kita membubarkan HTI karena beranggapan seperti itu. Dan kita membuat UU ke-Ormasan karena ada kampanye-kampanye bahwa negara berdasar negara Pancasila itu salah dan haram,” jelasnya.

Mahfud MD menjelaskan, bahwa Islam sejatinya mengajarkan pemeluknya untuk hidup bernegara. Bernegara menjadi prinsip yang tidak bisa dihindari.

Bahkan, bernegara merupakan fitrah manusia atau sunnatullah. Namun, diingatkannya, dalam Al Quran maupun sunah Rasul atau hadits, tidak ada bentuk baku sebuah negara. Sehingga meski bernegara merupakan keniscayaan, bentuk negara dan sistem pemerintahan bisa bermacam-macam tergantung, waktu dan tempat, serta kesepakatan suatu bangsa.

Artinya, tak ada dalam ajaran yang mewajibkan mengikuti sebuah sistem pemerintahan tertentu.

“Setiap bangsa itu membuat bentuknya sendiri apakah mau demokrasi, otokrasi boleh, atau monarki. Karena Islam sendiri dalam ajaran Alquran dan sunah itu membebaskan saja. yang penting prinsip-prinsip bernegaranya seperti untuk kemanusiaan, keadilan,” jelasnya.

Bukan Negara Islam, Tetapi Negara Islami

Mahfud MD berpendapat, Indonesia bukan negara Islam melainkan negara Islami. Dikatakannya, meski populasi Muslim Indonesia terbesar di dunia, di mana 87 persen penduduknya beragama Islam, tetapi Indonesia bukanlah negara Islam.

Pos terkait