Jelang Pilkada 2020, Jurnalis Didorong Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
IMG 20201128 WA0051
Ketua Jurnalis Jakarta Pusat (JJP), Komaruddin Bagja Arjawinangun.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Media dan pers diharap semakin gencar mengkampanyekan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dan memerangi hoaks yang masih bergentayangan menjelang Pilkada Serentak 2020.

Sebab, protokol kesehatan kini kian kendur dan semakin banyak pelanggaran oleh warga maupun kelompok masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Peran media adalah berani memerangi hoaks dan media massa juga harus bisa mengedukasi masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Ketua Jurnalis Jakarta Pusat (JJP), Komaruddin Bagja Arjawinangun dalam diskusi webinar bertema “Partisipasi Aktif dan Patuh Protokol Kesehatan, Kunci Sukseskan Pilkada 2020” yang diinisiasi Forum Wartawan Joeang (FWJ), Sabtu (28/11/2020) malam.

Menurut dia, jurnalis yang notabene bisa bergerak menjadi agen pemberantas hoaks juga harus dituntut menjadi teladan serta memberikan sugesti positif kepada masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan. Tentunya tujuannya adalah demi memutus mata rantai Covid-19.

“Peran jurnalis harus menjadi teladan dan menjadi garda terdepan membantu memberikan suggest positive dengan mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Bagja berpesan bahwa menangani Covid-19 adalah kerja bersama bukan hanya wartawan semata, melainkan semua rakyat Indonesia harus bersama-sama mendukung pemerintah.

Tentunya, kata dia, masyarakat juga harus menjadi agen perubahan perilaku. Apalagi, pelaksanaan Pilkada Serentak sudah disepakati dan diputuskan pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Karena sudah diputuskan oleh pemerintah dan wajib menerapkan protokol kesehatan, maka tugas jurnalis harus bisa mengawasi protokol kesehatan secara ketat,” sebut Bagja.

“Sangat penting sebagai saluran informasi dengan mengubah perilaku masyarakat menuju New Normal. Dan memerangi Covid-19 ini tidak bisa berdiri sendiri, tapi juga semua pihak juga harus ikut berkontribusi,” pungkasnya. [SOS]

Pos terkait