Viral Adzan Serukan Jihad, Wamenag Ajak Pimpinan Ormas Beri Pencerahan

  • Whatsapp
2019 10 25
Wakil Menteri Agama, KH Zainut Tauhid Sa'adi. [source image : Katadata]

Inisiatifnews.com – Viral di media sosial, sekelompok orang yang mengumandangkan adzan di beberapa tempat, berbeda dengan panggilan saat shalat yang umum dikumandangkan. Adzan tersebut dilantunkan dengan menggunakan lafal jihad.

Kalimat “hayya ‘alas-shalah“, diubah menjadi “hayya ‘alal-jihad“. Dalam video yang viral nampak juga sejumlah orang membawa senjata tajam saat azan dikumandangkan.

Bacaan Lainnya

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengaku belum memahami konteks dari pembuatan video tersebut, apakah sebatas membuat konten media sosial atau ada pesan khusus yang ingin disampaikan.

Jika adzan itu dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perang, maka kata Wamenag, seruan jihad dalam pengertian perang sangat tidak relevan disampaikan dalam situasi damai seperti di Indonesia saat ini.

“Jika seruan itu dimaksudkan memberi pesan berperang, jelas tidak relevan. Jihad dalam negara damai seperti Indonesia ini tidak bisa diartikan sebagai perang,” terang Wamenag di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Sehubungan dengan itu pula, Wamenag mengajak kepada seluruh pimpinan ormas Islam dan para ulama untuk bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terjebak pada penafsiran tekstual tanpa memahami konteks dari ayat alquran atau hadits. Pemahaman agama yang hanya mendasarkan pada tekstual dapat melahirkan pemahaman agama yang sempit dan ekstrem.

Wamenag menilai, apapun motifnya, video tersebut bisa berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat.

“Di sinilah pentingnya pimpinan ormas Islam, ulama dan kiai memberikan pencerahan agar masyarakat memilik pemahamaan keagamaan yang komprehensif,” tutur Wamenag.

Terakhir, ia pun meminta kepada semua kalangan untuk tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap aksi pelantunan adzan semacam itu. Ia juga menyarankan agar upaya dialog lebih dikedepankan.

“Dalam menyikapi masalah tersebut, hendaknya semua pihak dapat menahan diri dan melakukan pendekatan secara persuasif dan dialogis. Menghindarkan diri dari tindakan kekerasan dan melawan hukum,” tutupnya. []

Pos terkait