TB Hasanuddin Sebut Benny Wenda Tak Bisa Atasnamakan Rakyat Papua

  • Whatsapp
benny wenda
Benny Wenda.

Inisiatifnews.com – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin memberikan respon terkait dengan pernyataan Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda. Di mana ia mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat.

Bagi Hasanuddin, Sikap Benny Wenda sama sekali tak relevan lagi, mengingat saat ini Benny adalah warga negara Inggris.

Bacaan Lainnya

“Benny Wenda itu sudah menjadi warga negara Inggris, jadi dia tak bisa lagi mengatasnamakan rakyat Papua. Sudah tak relevan tak perlu kita dengar,” kata TB Hasanuddin, Jumat (4/12/2020).

Hasanuddin menyadari bahwa desakan gerakan separatisme, seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), perlu diwaspadai. Namun begitu, ia menyarankan agar pemerintah mengedepankan langkah persuasif terhadap kelompok-kelompok separatis ini.

“Kelompok separatis ini tak ada kontribusinya untuk rakyat Papua, malah menyusahkan. Tapi saya berharap pemerintah tak represif menghadapi kelompok seperatis ini, cari solusi terbaik dalam bingkai NKRI,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa Benny Wenda mendeklarasikan diri sebagai Presiden Papua Barat pada tanggal 1 Desember 2020 lalu.

“Hari ini, kami mengumumkan pembentukan Pemerintahan Sementara kami #WestPapua. Mulai hari ini, 1 Desember 2020, kami mulai menerapkan konstitusi kami sendiri dan mengklaim kembali tanah kedaulatan kami,” tulis Benny dalam bahasa Inggris di akun Twitternya @BennyWenda.

OPM tak akui Benny Wenda

Walaupun sudah mendeklarasikan diri sebagai Presiden Papua Barat, ternyata klaim sepihak Benny Wenda ini tak direstui oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

TPNPB-OPM menyatakan dengan tegas untuk menolak mengakui Benny Wenda sebagai presiden sementara Negara Republik Papua Barat (NRPB). Mereka menyampaikan enam poin tanggapan atas deklarasi yang dilakukan Benny Wenda.

“Klaim Benny Wenda sebagai presiden sementara Negara Republic Papua Barat adalah kegagalan ULMWP dan Benny Wenda ITU sendiri,” demikian keterangan TPNPB-OPM yang diterima, Rabu (2/12).

Mereka juga tak mengakui klaim terbentuknya NRPB karena Benny melakukan deklarasi dari Inggris, yang dinilai sebagai negara asing serta berada di luar wilayah hukum. Mereka juga tak mengakui klaim Benny karena berstatus warga negara Inggris sehingga masuk kategori warga negara asing (WNA).

Mereka menilai langkah Benny Wenda tak masuk akal. Mereka menyatakan mosi tak percaya kepada Benny Wenda.

“Mulai hari Rabu, tanggal 2 December 2020, kami dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengumumkan mosi tidak percaya kepada Benny Wenda, karena jelas-jelas Benny Wenda merusak persatuan dalam perjuangan bangsa Papua dan diketahui bahwa Benny Wenda kerja kepentingan Capitalists Asing Uni Eropa, America, dan Australia, dan hal INI bertentangan dengan prinsip-Prinsip Revolusi untuk Kemerdekaan bagi bangsa Papua,” kata mereka.

Pos terkait