Tokoh Madura Ini Harap Polisi Bisa Temukan Penyuruh Serang Rumah Ibunda Mahfud

  • Whatsapp
Malik Madani
Mantan Khatib Aam PBNU, KH Malik Madani.

Inisiatifnews.com – Ketua Forum Silaturrahim Cendekiawan-Keluarga Madura Yogyakarta (FSC-KMY), Kyai Malik Madani menyampaikan rasa prihatinnya terhadap aksi ratusan orang simpatisan Habib Rizieq Shihab yang mengepung kediaman ibunda Menko Polhukam Prof Mohammad Mahfud MD di Kecamatan Bugih, Kabupaten Pamekasan Madura, Selasa 1 Desember 2020 lalu.

“Saya sangat prihatin mengikuti perkembangan pengungkapan kejahatan teror terhadap ibunda Menkopolhukam di Pamekasan,Madura,” kata kiai Malik kepada wartawan, Seni (7/12/2020).

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, kiai Malik juga mengaku sudah mendapatkan sebuah rekaman audio dengan berbahasa Madura, di mana di dalam rekaman tersebut, ada seorang pria yang sepertinya tengah berceramah dan menyampaikan instruksi untuk melakukan aksi di Mapolres Pamekasan. Setelah aksi di Mapolres Pamekasan, kemudian dilanjutkan dengan mampir untuk melanjutkan aksi di kediaman Mahfud MD di Pamekasan untuk menarik perhatian di Jakarta.

Dan ia juga mengaku heran jika Kepolisian khususnya Polres Pamekasan maupun Polda Jawa Timur tidak bisa mengidentifikasi siapa orang yang ada di balik rekaman seruan untuk mengepung rumah ibunda Mahfud MD tersebut.

“Saya dan teman-teman saya sipil murni dengan begitu mudahnya memperoleh rekaman pembicaraan tentang rencana unjuk rasa ke Polres Pamekasan yang berlanjut dengan penggerudukan rumah ibunda pak Mahfud,” ujarnya.

“Aneh sekali kalau aparat keamanan tidak mendapatkan rekaman itu. Lebih aneh lagi,kalau aparat sudah mendapatkannya tapi tidak berhasil mengidentifikasi sang pemberi komando dalam rekaman itu,” imbuh kiai Malik.

Dari sini, ia pun berharap agar Kepolisian bisa bekerja secara profesional dan serius agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Di sini profesionalisme aparat diuji. Jika terlalu lamban kerja aparat, apalagi gagal menyeret aktor intelektual di balik teror ini, semua itu akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di negeri ini,” tandasnya.

Terakhir, mantan Khatib Aam PBNU ini pun berharap sekali agar negara benar-benar bisa hadir dalam upaya memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. Dan ia masih menaruh kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum di Indonesia mampu bekerja dengan sebaik-baiknya.

“Saya percaya bahwa aparat keamanan kita masih memiliki profesionalisme dan keberanian menghadapi para pengacau keamanan, siapapun mereka,” tutupnya.

Pos terkait