Masih Didalami, PAN Minta Masyarakat Tahan Diri Soal Tewasnya 6 Laskar FPI

  • Whatsapp
Saleh Partaonan Daulay
Wasekjen DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay.

Inisiatifnews.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN), Saleh Partaonan Daulay memberikan respon terhadap kasus tewasnya 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh tim penyidik Polri di kawasan Tol Jakarta – Cikampek pada hari Minggu (6/12) malam.

Saleh terlebih dahulu menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tewasnya para pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya menyampaikan duka dan keprihatinan serta menyayangkan terjadinya insiden penembakan yang menyebabkan tewasnya 6 orang anggota FPI,” kata Saleh dalam keterangan persnya, Selasa (8/12/2020).

Ia menilai bahwa kasus ini harus dituntaskan secara hukum. Dan Saleh juga berharap ada transparansi dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Ini adalah masalah penegakan hukum. Karena itu, harus diselesaikan secara hukum dengan prinsip keterbukaan,” ujarnya.

Pelaksana harian Ketua Fraksi PAN DPR RI ini meminta agar siapapun yang terlibat di dalam peristiwa tewasnya 6 laskar FPI harus ditemukan kebenarannya. Karena sejauh ini masih ada 2 (dua) versi yang berbeda antar dua kubu, yakni versi Polda Metro Jaya dan versi DPP FPI.

“Saya dengat ini melibatkan aparat kepolisian dan anggota FPI. Siapa saja yang terlibat dan bagaimana kejadiannya masih perlu di dalami. Apalagi, ada dua versi cerita di balik kejadian ini. Ini yang saya sebut sebagai ranah hukum,” tandasnya.

Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan pemberitaan di seputar insiden tersebut. Pasalnya, insiden seperti ini potensial dan kerap dijadikan sebagai alat untuk mengadu domba kelompok-kelompok tertentu di masyarakat.

Bagi Saleh, sangat perlu untuk diyakini bahwa masalah ini akan lebih mudah diselesaikan jika semua pihak menahan diri.

“Saya dengar sudah ada beberapa lembaga yang mau mengusut dan mendalami kejadian ini. Kita tentu mendukung inisiatif Komnas HAM yang ingin membentuk tim pemantauan dan penyidikan. Semoga, hasil kerja komnas HAM ini dapat memberikan penjelasan kepada publik terkait duduk persoalan yang sebenarnya,” tutupnya. [RED]

Pos terkait