Keluarga Korban Minta Nyawa Balas Nyawa, Komisi III : Ini Negara Hukum

  • Whatsapp
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dari keluarga korban terbunuhnya 6 laskar FPI dengan Komisi III DPR RI. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Empat orang perwakilan keluarga korban didamping oleh Front Pembela Islam (FPI) dan advokat dari LBH PA 212 hari ini usai berdialog langsung dengan Komisi III DPR RI.

Dalam dialog tersebut, mereka menyampaikan keresahan hati dan keinginan mereka terhadap kasus pembunuhan yang melibatkan 6 orang laskar khusus FPI dengan tim penyidik dari Polda Metro Jaya.

Bacaan Lainnya

Salah satu keluarga korban atasnama Muhammad Reza, yang diwakili oleh kakaknya yang bernama Septi menyampaikan, keinginannya agar ada hukum setimpal bagi orang-orang yang sudah mengakibatkan adiknya itu meninggal dunia.

“Saya minta nyawa dibalas nyawa. Adik saya keamanan di kampung, dia tidak bawa senjata. Saya minta keadilan,” kata Septi di ruang rapat Komisi III DPR RI di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2020).

Mendapati permintaan keluarga korban itu, wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa menasehati keluarga korban, bahwa keinginan semacam itu tidak bisa dipenuhi, karena secara prosedur hukum tidak bisa serta-merta nyawa ditebus dengan nyawa. Bahkan Komisi III pun akan keberatan menjembatani keinginan semacam itu.

“Kalau darah dibayar darah bukan negara hukum, itu perang. Itu di luar kewenangan Komisi III, mohon maaf,” kata Desmond menanggapi.

Pada dasarnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) tersebut, seluruh keluarga korban agar diberikan pengawalan hukum yang adil atas kasus yang menimpa keluarga mereka itu.

“Jadi mintanya keempat keluarga korban minta keadilan seadil-adilnya, begitu kan ya,” tanya Desmon yang diamini para keluarga korban.

Selanjutnya, Desmon juga menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan respon terlalu jauh tentang langkah-langkah selanjutnya. Karena untuk saat ini pihaknya hanya mendengarkan keluh kesah keluarga korban serta penjelasan para lawyer yang mendampingi.

“Agenda pertemuan ini hanya mendengar penjelasan dari keluarga korban. Ada juga keterangan lawyer dan ada bukti-bukti yang menarik,” jelasnya.

Kemudian, politisi dari Partai Gerindra itu berharap ada pertemuan lanjutan lagi untuk memperkaya informasi dari sudut pandang keluarga korban.

“Kami akan sangat berharap sekali bisa kita agendakan pertemuan untuk lebih detail agar kami bisa ambil posisi yang benar,” paparnya.

Selain persoalan keluh kesah tersebut, Komisi III juga mendengar beberapa penjelasan keluarga korban dan lawyer, terkait dengan kondisi para korban saat diterima jenazahnya oleh keluarga, sekaligus informasi pendukung terkait dengan insiden di Jalan Tol Jakarta – Cikampek itu.

“Rapat hari ini banyak kita dapatkan (masukan) dari keluarga korban dan lawyer. Catatan bagi kita Komisi III jelas banyak catatan-catatan untuk bahan pembanding di rapat-rapat Komisi III,” pungkasnya.

Pos terkait