FSPS Gelar Aksi Minta Kejelasan MK soal Kelanjutan Gugatan UU Cipta Kerja

  • Whatsapp
wira kusuma
Koordinator aksi FSPS, Wira Kusuma Broto. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Ratusan orang yang mengatasnamakan diri Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya, mereka mendesak kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mempertegas posisi gugatan mereka terhadap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Bacaan Lainnya

Koordinator lapangan, Wira Kusuma Broto saat ditemui di lokasi aksi mengatakan, bahwa aksi tersebut untuk mengawal audiensi perwakilan dari mereka dengan pihak MK.

“Aksi ini sebagai langkah untuk mendorong dan mengawal agenda audiensi perwakilan pimpinan kami dengan pihak MK,” kata Wira kepada Inisiatifnews.com, Kamis (10/12/2020).

Menurut Wira, seharusnya pada tanggal 4 Desember 2020, hakim MK sudah mengagendakan persidangan lanjutan yakni pemeriksaan saksi-saksi dan menghadirkan penggugat. Karena rangkaian persidangan awal yakni perbaikan berkas sudah dilakukan.

“Perbaikan berkas sudah, seharusnya 14 hari setelahnya harus sudah ada persidangan lanjutan, yakni pemeriksaan saksi-saksi dan meminta keterangan pihak tergugat yakni pemerintah maupun DPR. Faktanya sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

“Kita ini gugat UU itu yang pertama lho, bahkan sebelum UU dikasih nomor, kita sudah ajukan gugatan, tapi sekarang kok seperti dicuekin,” imbuhnya.

Massa dari Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. [foto : Inisiatifnews]

Saat ditanya apakah sudah ada surat pemberitahuan dari pihak panitera Mahkamah Konstitusi maupun penjadwalan agenda sidang lanjutan, Wira menyatakan belum ada sampai sekarang.

“Belum, kami belum dapat respon lanjutan sampai hari ini. Makanya kita dorong dengan aksi,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa yang hadir sekitar 140 orang. Mereka membawa bendera organisasi berwarga hitam putih, kemudian membawa spanduk bertuliskan “Dukung MK tunda berlakunya kluster ketenagakerjaan”.

Selain itu, massa juga membawa alat kebudayaan Sisingaan yang merupakan kebudayaan khas Sunda. [RED]


Pos terkait