Mahfud MD Luruskan Pemberitaan soal Kekosongan Pemimpin

  • Whatsapp
mahfudmd
Prof Mohammad Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mohammad Mahfud MD meluruskan pernyataannya berkaitan dengan statemen Jusuf Kalla (JK) dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS).

Di mana Mahfud menerangkan, berita berjudul ‘Fenomena HRS, Mahfud MD Setuju dengan Pendapat Jusuf Kalla’ yang sempat dimuat oleh salah satu media online nasional tersebut adalah salah narasi.

Bacaan Lainnya

“Berita salah narasi. Saya setuju dengan JK dalam konteks seperti terjadi kekosongan pemimpin Islam yang berperan melakukan nahi munkar. Seperti JK, saya tak pernah mengatakan kekosongan pemimpin formal di Indonesia melainkan melemahnya peran ‘nahi munkar’ ormas dan parpol Islam,” terang Mahfud MD dalam akun Twitter resminya @mohmahfudmd, Minggu (13/12/2020).

Dia menjelaskan, pernyataannya yang sepakat dengan JK adalah terkait dengan konteks Aksi Bela Islam 411 dan 212 pada 2016 yang dilalukan oleh kelompok yang dinahkodai oleh Habib Rizieq kala itu. Konteks itu pun juga telah ia disampaikannya dalam acara talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC).

“Ketika empat tahun lalu (2016) terjadi aksi besar 411 & 212. Melalui ILC TV One, saya bilang, umat yang ikut membanjiri demo itu bukan karena pengikut FPI (Front Pembela Islam -red) atau MRS (Muhammad Rizieq Shihab -red). Tetapi karena numpang protes melalui orang yang berani ber-nahi munkar. Mengapa? Karena saat itu tokoh-tokoh dan ormas Islam lebih banyak beramar ma’ruf. Lihat ILC,” imbau Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini pun kembali menyinggung wawancara dengan Claudius Boekan dari Berita Satu yang videonya diunggah ke Youtube yang berjudul ‘Mahfud Tanggapi JK & Revolusi Rizieq’.

“Dua pekan lalu saya diinterview oleh satu televisi tentang pernyataan Pak JK bahwa fenomena MRS disebabkan terjadi kekosongan pemimpin Islam. Maka saya jawab, di ILC dulu saya sudah bilang begitu. Jadi saya setuju dengan Pak JK, terjadi kekosongan peran tokoh dan organisasi Islam, bukan pemimpin formal,” terangnya Mahfud. (INI)

Pos terkait