Siapkan Layanan 231.814 Kursi di Masa Angkutan Nataru 2021, PT KAI Tetap Patuh Prokes

  • Whatsapp
kereta api indonesia
PT KAI mengubah Signage di stasiun menjadi Standar Internasional dan menghadirkan ornamen Natal dan Tahun Baru pada Lokomotif, Kereta, dan Stasiun. [dokumen foto : PT KAI]

Inisiatifnews.com – Kepala Hubungan Masyarakar PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa menyampaikan, bahwa di momentum Hari Raya Natal datn Tahun Baru (Nataru) 2021 nanti, pihaknya akan menyediakan 231.814 tempat duduk untuk memenuhi layanan perjalanan menggunakan moda transportasi darat ini.

“Pada masa Angkutan Nataru 2020/2021, PT KAI Daop 1 Jakarta akan mengoperasikan sampai dengan 47 KA Jarak Jauh per hari, yakni 22 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, 23 KA Stasiun Pasarsenen, dan 2 KA dari Stasiun Jakarta Kota menuju wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan total Tempat Duduk (TD) yang disediakan 231.814,” kata Eva dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Senin (14/12/2020).

Bacaan Lainnya

Dan untuk mendapatkan tiket perjalanan layanan Nataru 2021 ini, Eva menyebut bahwa masyarakat sudah bisa memesannya mulai hari Jumat besok atau tanggal 18 Desember 2020 hingga tanggal 6 Januari 2021 mendatang.

“Masa Angkutan Nataru 2020/2021, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan dimulai pada 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021 atau berjalan selama 20 hari,” jelasnya.

Ia pun memberikan prediksinya berdasarkan data yang sudah masuk, setidaknya puncak perjalanan Nataru 2021 akan dimulai pada tanggal 23 hingga 24 Desember nanti.

“Melalui data pemesanan tiket, untuk tahun ini, puncak masa Angkutan Nataru 2020/2021 diprediksi akan terjadi sekitar tanggal 23 dan 24 Desember 2020, sementara berdasarkan data reservasi per hari ini, angka keberangkatan tertinggi pada moment Nataru 2020/2021 terjadi pada 23 Desember 2020¬†yakni sekitar 13.730 penumpang,” paparnya.

Bahkan data yang disampaikan itu masih akan mungkin berubah di masa program layanan Nataru dari PT KAI tersebut.

“Data tersebut masih dapat berubah mengingat masih mungkin ada tambahan penumpang yang melakukan reservasi ataupun membeli tiket go show 3 jam sebelum keberangkatan untuk tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan 6 Januari 2021,” imbuhnya.

Dijelaskan Eva juga, bahwa angka TD dan KA yang dioperasikan pada aasa angkutan Nataru 2020/2021 memang menurun secara signifikan dibandingkan tahun lalu, yaitu sebesar 73.138 TD yang disediakan perhari dan 83 KA yang dioperasikan. Hal ini disebabkan Masa Angkutan Nataru tahun ini berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19 sehingga sesuai protokol kesehatan (Prokes) yang telah ditetapkan untuk menjaga jarak fisik maka okupansi maksimal hanya 70% dari kapasitas normal.

Sementara, tiket yang sudah terjual terhitung hari ini sampai dengan akhir masa Nataru, 6 Januari 2021 mencapai sekitar 105 ribu tiket atau hampir sekitar 50% dari TD yang disediakan. Ini artinya tiket KA masa Angkutan Nataru 2020/2021 masih tersedia dan jumlah dari ketersediaan tempat duduk tersebut juga dapat bertambah sewaktu-waktu menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

“PT KAI Daop 1 akan melakukan evaluasi secara berkala untuk memantau ketersediaan tempat duduk untuk kebutuhan para calon pengguna yang harus berpergian namun tetap dapat menggunakan transportasi yang selalu mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya.

Eva pun memberikan informasi, bahwa layanan perjalanan dengan KAI tersebut tetap harus mengindahkan protokol kesehatan, di mana para calon penumpang harus sudah melalui proses cek kesehatan yakni rapid tets dan pengecekan suhu. Kemudian juga menerapkan protokol kesehatan lainnya yakni tetap menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun serta menggunakan masker atau alat pelindung wajah.

“Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, pelanggan KA yang ingin naik KA wajib melampirkan surat keterangan rapid test dan pengecekan suhu tubuh normal yang dilakukan secara berkala sejak dari stasiun keberangkatan dan selama perjalanan di atas KA. Pengguna KA juga diwajibkan menggunakan Faceshield saat tiba di stasiun tujuan, dan dihimbau untuk memakai baju lengan panjang,” papar Eva.

Sebagai antisipasi, Eva juga menyampakan bahwa setiap gerbong kereta api telah dilengkapi ruang isolasi sementara jika sewaktu-waktu di tengah perjalanan terdapat penumpang dengan suhu tubuh 37,3 atau lebih. Selanjutnya penumpang dengan kondisi tersebut akan diturunkan di Stasiun terdekat yang memiliki pos kesehatan untuk penanganan lanjutan.

PT KAI Daop 1 juga memastikan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan dari sisi prasarana stasiun dan sarana kereta. Seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin setiap 30 menit sekali, kesiapan penyediaan perangkat pembersih tangan seperti cairan antiseptik dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun dipastikan selalu tersedia dan berfungsi baik. []

Pos terkait