JoMan Dorong Maman Imanulhaq Jadi Menteri di Kabinet Indonesia Maju Jilid II

  • Whatsapp
maman imanulhaq dan presiden jokowi
Maman Imanulhaq Faqih bersama Presiden Joko Widodo.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer mengusulkan 19 nama orang-orang yang dianggap layak untuk menjabat menjadi menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid II.

JoMan memiliki pertimbangan sendiri dalam mengusulkan sejumlah nama, khususnya nama Pengasuh Ponpes Al-Mizan Majalengka yakni Maman Imanulhaq Faqih.

Bacaan Lainnya

“Pertimbangan kita begini, beliau itu memiliki track record yang di mata Jokowi Mania mempunyai konsistensi dalam menjaga NKRI. Sosok muda, religius, pemahaman keberagamannya juga luar biasa,” ungkap Noel, sapaan akbrabnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Menurutnya, sosok tokoh muda yang karib disapa Kang Maman adalah aset bangsa yang harus menjadi pertimbangan Presiden Joko Widodo untuk diajak ke dalam pemerintahan.

Bahkan pihaknya menyakini sosok mantan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut adalah sosok yang yang lahir dari proses demokrasi. Kang Maman juga dianggap Noel sebagai sosok yang hingga saat ini masih sangat konsisten dalam menjaga demoktasi dan keberagaman itu sendiri.

“Saya yakin beliau ini bukan juga tokoh yang baru besar begitu saja, beliau ini lahir dari proses demokrasi yang luar biasa. Beliau juga pernah mengalami penganiayaan politik dari musuh demokrasi yang begitu buasnya, begitu beringannya terhadap Kang Maman. Kasus Ormas FPI,” kata dia.

“Dan sampai detik ini beliau konsisten menjaga demokrasi dan keberagaman itu, artinya, layak sekali Kang Maman untuk menjadi pertimbangan presiden masuk dalam kabinetnya,” imbuhnya.

Perimbangan utama di mata JoMan terhadap kiprah dari Maman Imanulhaq yakni track record serta kiprah politiknya selama ini. Tokoh yang berintegritas, berani dan jujur. Yang terpenting, kata Noel, siap menandatangni pakta integritas.

“Saya rasa, relawan Jokowi atau tidak relawan Jokowi itu mungkin salah satu pertimbangan. Pertimbangan utamanya bukan di situ, itu kan terlalu politis. Subtansinya adalah track recordnya beliau. Itu yang paling penting. Kalau persoalan relawan, semua kan bisa mengaku relawan tapi apakah mereka punya latar belakang perjuangan yang mumpuni kayak Kang Maman,” ujar Noel.

“Saya yakin Kang Maman punya keberania untuk menyatakan sikap (tanda tagan pakta integritas). Karena untuk menjawab akar persoalan korupsi ya itu,” sambungnya.

Secara gambang, JoMan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar KH Maman Imanulhaq untuk diangkat sebagai menteri agama. Namun ketika pos Menteri Sosial dianggap paling tepat untuk di isi Maman Imanulhaq, maka ia juga mengamininya.

“Menteri Agama, Menteri Sosial juga cocok. Beliau mumpunilah. Kalau persoalan kompetensi kita bisa menggaji orang, tetapi persoalan integritas, kejujuran dan juga keberanian itu tidak bisa di beli. Kang Maman masuk dalam kategori yang kita harapkan dan inginkan,” tegas Noel.

Dia juga menyakini Presiden Jokowi untuk segera mengagendakan reshuflle dalam waktu dekat ini sebelum tahun baru mendatang. Dia berharap hal itu akan menjadi kado terindah untuk bangsa Indonesia.

“Minggu ini, bulan ini. saya yakin Presiden akan melakukan reshuffle sebelum Natal agar tahun baru nanti rakyat dihadiahkan oleh menteri-menteri yang bisa diharapkan untuk berkerja di tahun baru ini. Ini akan menjadi hadiah terindah untuk bangsa ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa isu reshuffle kabinet Indonesia Maju kembali menguat pasca dua pos Menteri ditinggalkan tuannya karena terjerat tindak pidana korupsi. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo. Anak buah Prabowo Subianto dari Partai Gerindra itu harus mendekam di balik sel jeruji besi KPK karena “makan duit haram” dari bisnis benih lobster.

Kemudian tak berselang lama dari penangkapan Edhy Prabowo, salah satu kader PDI Perjuangan yakni Juliari Peter Batubara yang mengisi pos kursi Menteri Sosial juga mengalami hal yang sama. Ia harus meringkus di dalam penjara KPK karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemotongan dana bantuan sosial (Bansos) COVID-19. [REL]

Pos terkait