Amien Rais Harap Bisa Ngobrol dengan Presiden Jokowi

  • Whatsapp
IMG 20201217 180429
Amien Rais dalam konferensi pers Koalisi Anak Bangsa Untuk Keadilan di Resto Pulau Dua Senayan, Jakarta Pusat pada hari Kamis 15 Desember 2020.

Inisiatifnews.com – Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais berharap besar bisa berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo tentang kondisi nasional saat ini

“Kita akan minta waktu bertemu sama Jokowi,” kata Amien Rais dalam konferensi pers Koalisi Anak Bangsa Untuk Keadilan (KABUK) yang digelar di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Amien Rais, kondisi nasional saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, di mana Indonesia tengah diarahkan menjadi poros China.

“Kita harap pak Jokowi jangan beri angin ke komunisme. Jangan berat sebelah. Kita semua ini sedang digiring ke Beijing,” ujarnya.

Ia berharap agar Presiden Joko Widodo bisa menuruti apa yang menjadi uneg-unegnya itu. Bahkan mantan Ketua MPR RI tersebut mempersilahkan agar Presiden Jokowi menanggalkan jabatannya ketika tidak mau menurutinya.

“Saya tawarkan kalau mundur lebih bagus, kalau tidak maka perbaiki apa yang kita sampaikan ini dan buka lembaran baru,” tandasnya.

Dalam konferensi pers tersebut, hadir guru spiritual Prabowo Subianto yakni Ansufri Idrus Sambo, wakil ketua dewan pertimbangan MUI Pusat Muhyiddin Junaidi, pakar hukum tata negara Refly Harun, Neno Warisman, mantan caleg PAN 2019 Nurdiati Akma, mantan caleg PAN 2019 Buchori Muslim, mantan dewan penasehat KPK Abdullah Hehamahua dan beberapa tokoh lainnya.

Ada tiga pokok tuntutan mereka dalam kegiatan konferensi pers yang dinahkodai oleh Marwan Batubara itu. Antara lain ;

1. Meminta kepada Kepolisian untuk segera melepaskan HRS (Habib Rizieq Shihab) dari tahanan dan menyatakan mereka siap menjadi penjamin.

2. Meminta untuk segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen, bebas dari pengaruh dan tekanan pihak mana pun guna mengusut tuntas kejahatan HAM berat dan tindak pidana terorisme atas terbunuhnya enam orang laskar FPI di KM50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

3. Mengajak seluruh anak bangsa untuk terus mengawasi, mengawal dan ikut mengadvokasi secara intens seluruh proses penuntasan tragedi kemanusiaan tersebut.

Pos terkait