Berseteru dengan Mahfud MD, TB Hasanuddin : Ridwan Kamil, Cerdas Sedikit Lah!

  • Whatsapp
tb hasanuddin
TB Hasanuddin.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai tak ada yang salah dari pernyataan Menko Polhukam RI Mohammad Mahfud MD soal izin penjemputan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu.

Menurut Hasanuddin, dalam statementnya Menko Polhukam telah menekankan semua orang boleh saja menjemput Rizieq Shihab ke bandara asal tertib dan damai.

Bacaan Lainnya

“Mestinya perintah atau anjuran soal penekanan “asal tertib dan damai” itu, oleh pihak otoritas dibawah dijabarkan dengan baik,” kata Hasanuddin dalam keterangannya yang diterima Inisiatifnews.com, Kamis (17/12/2020).

Kemudian, politisi PDI Perjuangan itu menuturkan, bahwa otoritas di bawah, salah satunya kepala daerah itu mestinya cerdas tentang makna dari tertib di tengah situasi pandemi COVID-19.

“Apa artinya tertib di saat pandemi Covid- 19, yaitu melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan sungguh-sungguh,” terangnya.

Mantan Sekretaris Militer itu menegaskan, yang dimaksud diberikan izin asal tertib dan damai itu, tentu harus tertib dengan mengikuti protokol kesehatan yakni 3 M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta tidak berkerumun, termasuk pembatasan berapa jumlah personil yang diperbolehkan.

Anjuran tersebut, kata Hasanuddin, harus dijelaskan kepada masyarakat oleh mereka yang punya otoritas seperti bupati, wali kota atau gubernur.

Sedangkan pengertian damai, menurut Hasanuddin, adalah dijaga jangan sampai terjadi kericuhan, jangan sampai rusuh stau mungkin merusak sarana umum.

“Jadi kesimpulannya setiap anjuran atau perintah dari atas ya harus dijabarkan oleh otoritas dibawah apa yang dimaksud, tak perlu dipaparkan secara detail oleh Pak Mahfud. Gubernur itu pemimpin, cerdas sedikit lah,” cetusnya.

Hasanuddin menyebut, lantaran otoritas berwenang di bawah tak mampu menjabarkan perintah pusat, akibatnya terjadi pelanggaran protokol kesehatan secara masif.

“Ini artinya anjuran atau diskresi dari atas itu tidak dilaksanakan dengan baik dan benar oleh otoritas dibawah. Mestinya, otoritas di bawah dengan perangkat yang ada memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) meminta agar Menko Polhukam Mahfud MD harus ikut bertanggung jawab dan diperiksa polisi terkait pemberian izin penjemputan Rizieq Shihab.

Emil mengungkapkan, pelonjakan kasus covid-19 di Jakarta dan Jawa Barat lantaran kerumunan setelah Habib Rizieq Shihab (HRS) pulang ke Indonesia. []

Pos terkait