Diterima Dialog, Rektor Universitas Cendrawasih Ucapkan Terima Kasih ke Mahfud MD

  • Whatsapp
IMG 20201217 WA0064
Suasana dialog dan audiensi pimpinan Universitas Cendrawasih Papua dengan Kemenko Polhukam RI. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Berbagai upaya penyelesaian problem tanah Papua, terus dilakukan Menko Polhukam Mahfud MD.

Jika sebelumnya Menko Polhukam membuka komunikasi dengan semua pimpinan DPRD Papua Barat, kali ini Menko Polhukam lakukan dialog dengan tim kajian akademik Universitas Cendrawasih (Uncen) Provinsi Papua, di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (17/12/2020).

Bacaan Lainnya

Di hadapan Menko Mahfud, para akademisi Uncen ini memaparkan hasil kajian akademik terkait pembentukan komisi kebenaran dan rekonsiliasi guna penyelesaian masalah-masalah HAM masa lalu, dan evaluasi pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua, serta pembentukan daerah otonomi baru provinsi di Papua.

“Setelah menyelesaikan seluruh tahapan kajian akademik, kami meminta waktu pada bapak Menko Polhukam untuk menyampaikan hasil akhir dari kajian akademik tersebut,” kata rektor Universitas Cendrawasih, Apolo Safanpo dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tinggi karena Mahfud MD bersedia menerima dialog dengan pihaknya.

“Kami bersyukur karna bapak Menko Polhukam berkenan dan memberikan waktu menerima kami,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Mahfud MD mendengar dan mencatat segala masukan yang disampaikan tim akademik Universitas Cendrawasih, dan akan segera menindaklajuti hal-hal yang ditemukan dalam pelaksanaan evaluasi terebut.

IMG 20201217 WA0065
Tampak Menko Polhukam Mahfud MD mendengarkan dengan seksama penjelasan Rektor Universitas Cendrawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST.MT. [Foto : Istimewa]

Oleh karena itu, Apolo pun menyampaikan terima kasih yang tinggi kepada Mahfud MD selaku pemerintah pusat.

“Atas nama pimpinan Universitas Cendrawasih kami mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak Menko Polhukam,” tandasnya.

“Kami harapkan dengan adanya hasil kajian akademik ini dan rencana tindak lanjut dari pemerintah pusat melalui bapak Menko Polhukam, semoga ini dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi di tanah Papua,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada tangga 10 Oktober 2019 lalu, Universitas Cendrawasih Provinsi Papua, diminta oleh Gubernur Papua untuk melakukan kajian akademik terhadap tiga hal; pertama kajian akademik tentang pembentukan komisi kebenaran dan rekonsiliasi guna penyelesaian masalah-masalah HAM masa lalu di Papua. Kedua kajian akademik tentang evaluasi pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua dan yang Ketiga adalah kejian akademik pembentukan daerah otonomi baru provinsi di Papua. [REL]

Pos terkait