Tiba-tiba Nyerang Mahfud MD, Emil Dinilai Punya Motif Politik

  • Whatsapp
karyono wibowo
Direktur eksekutif The Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. [istimewa]

Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bagian dari ekspresi kekesalan atas pemanggilan dirinya sebagai saksi oleh Polda Jawa Barat, terkait adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menyebut kekisruhan kerumunan berlarut-larut karena diawali statement Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang mengizinkan penjemputan Rizieq Shihab di Bandara.

Bacaan Lainnya

“Pernyataan Ridwan Kamil langsung ditanggapi Mahfud MD. Secara ksatria Mahfud mengakui pernah mengeluarkan pernyataan yang mengizinkan penjemputan Rizieq Shihab asalkan tertib dan memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Karyono dalam keterangannya, Kamis (17/12).

Mahfud, kata Karyono, juga mengatakan, aparat harus mengawal penjemputan di Bandara hingga ke Petamburan untuk pengamanan. Mahfud pun mengakui pemerintah membuat diskresi menerima kepulangan Rizieq Shihab karena dia punya hak untuk pulang ke Indonesia.

Karenanya, dia menilai, ungkapan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, yang menyebut pernyataan mantan ketua MK itu menjadi pemicu kekisruhan berlarut-larut cenderung memojokkan.

Pertanyaannya kemudian, lanjut Karyono, apakah motif di balik pernyataan Emil? Apakah sekadar ekspresi kekesalan atau ada motif politik. Menurut Karyono, jika merujuk rekam jejak digital, Ridwan Kamil pernah mau mengunjungi Rizieq Shihab setiba pentolan FPI itu di tanah air.

Nah, bisa jadi Emil ingin menarik simpati basis pemilih Islam yang berafiliasi dengan FPI itu.

“Karenanya, bisa jadi di balik pernyataan RK terhadap Mahfud juga ada motif politik. Jika pernyataan RK dimaknai sebagai serangan politik terhadap Mahfud, maka pernyataan RK selaras dengan para pengikut Rizieq Shihab yang melakukan demo di rumah orang tua Mahfud MD di Madura beberapa waktu lalu,” pungkasnya. (INI)

Pos terkait