Ini Program Tri Rismaharini Usai Dipercaya Duduki Kursi Mensos

  • Whatsapp
tri rismaharini
Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Inisiatifnews.com – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan 6 orang Menteri baru yang akan duduk di dalam Kabinet Indonesia Maju jilid II. Salah satunya adalah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang akan menjabat sebagai Menteri Sosial usai diambil sumpahnya pada hari Rab (23/12) besok.

Dalam pidato perdananya usai dipercaya Presiden untuk menduduki pos kursi Menteri yang ditinggalkan oleh Juliari Peter Batubara karena tersandung kasus korupsi dana Bansos Covid-19, Risma menyampaikan beberapa hal yang dianggapnya krusial.

Bacaan Lainnya

1. Perbaikan data penerima bansos

Beberapa diantaranya yakni soal perbaikan data penerima manfaat bantuan kemanusiaan karena adanya pandemi itu.

“Program kami, pertama adalah perbaikan data, untuk data-data penerima bantuan. Kami akan kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri terutama terkait dalam data kependudukan dan perguruan tinggi yang ada di wilayah masing-masing,” kata Risma di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Risma ingin sekali ada kolaborasi yang saling bersinergis antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengelolaan bantuan sosial tersebut. Sehingga tujuannya agar apa yang ditargetkan dapat tercapai dengan lebih baik.

“Karena menurut saya akan lebih baik kalau kami melibatkan perguruan tinggi dalam implementasi kami di lapangan, sehingga output dan goalnya bisa dilihat dan bisa kita lakukan evaluasi bersama perguruan tinggi,” jelasnya.

2. Pemberdayaan masyarakat

Kemudian, program lainnya yang akan digarap oleh Risma adalah program pemberdayaan masyarakat. Hal ini untuk mengimplementasikan pasal 34 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), di mana diterangkan bahwa “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara“.

“Kami akan menyampaikan ke Bapak Presiden bahwa program-program kami adalah program pemberdayaan. Sebagaimana diamanatkan di UU bahwa yang pertama ada kemanusiaan dan keadilan serta fakir miskin dan anak-anak terlantar di bawah tanggungan pemerintah,” ujarnya.

“Karena itu kami akan perhatian pada terutama anak-anak terlantar, fakir miskin yang akan kami prioritaskan program pemberdayaanya, sehingga anak-anak kita bukan hanya menengadahkan tangan, tapi mereka juga bisa melakukan segala sesuatu termasuk yang sudah kami lakukan sebelumnya bagaimana mereka (penyandang) diabilitas namun mereka bisa berguna dan bermanfaat, juga anak-anak jalanan bisa berguna bagi bangsa dan negara kita,” imbuh Risma.

Untuk mewujudkannya, Risma juga menyampaikan bahwa Kementerian Sosial yang akan dikomando bakal menggandeng beberapa Kementerian terkait.

“Dengan kerjasama dengan beberapa kementerian, misal Kementerian Koperasi, Perdagangan, Perindustrian. Kami akan berdayakan, kalau suaminya sudah bekerja namun kondisinya masih butuh bantuan atau miskin maka kami akan melibatkan mesin yang kedua, yakni kaum ibu-ibunya,” papar Risma.

Target yang ingin dicapai ini adalah bagaimana pemerintah membantu pembentukan unit-unit koperasi di tingkat paling bawah yakni kelurahan atau kecamatan. Karena ia meyakini bahwa peningkatan kualitas ekonomi rakyat bisa ditopang dari keberadaan koperasi-koperasi sebagai penunjang ekonomi di kelas mikro.

“Kami akan bentuk koperasi-koperasi, bisa di tingkat kecamatan dan bisa di tingkat kelurahan, kita akan lihat perkembangannya. Karena tiap daerah memiliki karaketristik yang berbeda-beda. Kita punya pengalaman bahwa koperasi itu sangat membantu,” tandasnya.

Masih di dalam program pemberdayaan masyarakat ini, Risma menyebut bahwa Kementerian Sosial juga akan menyentuh bagaimana masyarakat tetap bisa mendapatkan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

“Bagaimana meningkatkan income dan mengurangi pengeluaran, kita berikan program-program pertanian yang bisa dilakukan dengan cara yang sederhana tentunya bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, sehingga bisa dikurangi untuk pengeluaran. Untuk peningkatan pendapatan kita akan buat program-program bekerjasama dengan kementerian-kementerian lain,” sebutnya.

Bagi kader PDI Perjuangan ini, kolaborasi di lintas kementerian akan membuat kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin bisa lebih baik lagi ke depannya.

“Kalau kita bisa kerjasama, tentunya percepatan untuk pengurangan kemiskinan dan pengurangan warga yang membutuhkan seperti penyandang disabilitas dan masalah sosial itu bisa ditangani secara komprehensif dan terintegrasi, walaupun kami melakukannya tidak bisa sendiri tapi bisa bekerjasama dengan kementerian yang lain,” ucap Risma.

Lebih lanjut, Risma juga ingin memastikan anak-anak terlantar dan tidak mampu secara finansial bisa terbantu untuk mendapatkan akses layanan kesehatan maupun pendidikan. Karena keduanya merupakan sektor rill yang sejauh ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Tentunya untuk anak-anak terlantar. Kita ingin bahwa anak-anak semua mendapatkan hak untuk mendapatkan akses pendidikannya, mereka harus dapatkan hak kesehatannya. Makanya kami akan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan bagaimana mengelola kesehatan yang kita berikan bisa mempunyai hak warga yang memang menyandang permasalahan sosial,” ujarnya.

Terakhir, Risma pun menyampaikan terima kasih yang sangat besar kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin yang telah memberikan amanat besar, yang diakui Risma sebetulnya tidak pernah diangankan sebelumnya.

“Saya cukup kaget meskipun sudah banyak yang membicarakan. Tapi terus terang saya tidak pernah berpikir atau membayangkan menjadi menteri. Karena ini kepercayaan Bapak Presiden dan Bapak Wapres, ini saya mengabdi untuk negara, maka saya matur nuwun kepercayaan bapak Presiden dan bapak Wapres dan tentunya seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Risman. [NOE]

Pos terkait