Belain Rizieq soal Lahan PTPN VIII, Fadli Zon Disentil Muannas dan Uki

  • Whatsapp
muannas fadli zon dedek prayudi
Habib Muannas Alaidid - Fadli Zon - Dedek "Uki" Prayudi.

Inisiatifnews.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon membela Habib Rizieq dan Front Pembela Islam (FPI) tentang sengketa lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII yang kini dikuasai oleh pengurus Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah Megamendung.

Menurut Fadli Zon, perselisihan penggunaan lahan yang dinilai tanpa ijin itu menunjukkan adnya diskriminasi hukum yang ada di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Terlalu kentara diskriminasi terhadap HRS dan FPI. Rakyat menonton semua adegan ini. Apa yang kau cari?” ujar Fadli dalam akun Twitter @fadlizon, Minggu (27/12/2020).

Mendapati pendapat Fadli Zon itu, CEO Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid memberikan responnya. Ia menilai bahwa sentimen yang tengah dibangun oleh Fadli Zon sebenarnya tidak lebih dari upayanya menjaga suara di dapilnya saja.

Apalagi menurutnya, pihak FPI sendiri pun mengakui bahwa Markaz Syariah yang saat ini dipimpin oleh Habib Hanif Alatas bersama ayah mertuanya yakni Habib Rizieq Shihab itu berdiri di atas tanah milik negara.

“Pak Fadli ini aneh, sudah jelas diakui markas berdiri di atas tanah milik PTPN VIII, bukan ajarin HRS (Habib Rizieq Shihab -red) taat hukum malah terus ngomporin dituduh diskriminasi, ndak capek ?,” tandasnya.

Ia berpandangan bahwa sikap yang diambil oleh Fadli Zon sama sekali tidak memberikan pendidikan yang baik khususnya kepada pihak Habib Rizieq.

“Anda ini terkesan membela HRS tapi sebetulnya menjerumuskan, masa hanya untuk kepentingan dapilnya terus begitu ?,” ucap Muannas.

Sejalan dengan Muannas Alaidid, eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek “Uki” Prayudi juga berpandangan hal yang sama.

Menurut Uki, jika memang tujuannya adalah tidak menciptakan diskriminasi, seharusnya Fadli Zon sebagai seorang politisi, anggota DPR RI yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI sekalipun petinggi Partai Gerindra, bisa memberikan nasehat terbaik bagi FPI agar tidak melakukan hal itu.

“Itu markaz tidak mengantongi IMB (Ijin Mendirikan Bangunan -red). Bicara diskrimimasi, seharusnya Anda sejak dulu sudah bicara penutupan rumah ibadah secara paksa oleh FPI karena tak ber-IMB,” kata Uki.

Bahkan menurutnya, komentar Fadli Zon tersebut justru sedang menunjukkan sikap diskriminasi itu sendiri.

“Anda itu bukan hentikan diskriminasinya, anda justru mengistimewakan FPI yang mana inilah diskriminasi,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa manajemen PTPN VIII telah melayangkan somasi kepada pimpinan Ponpes Alam Agrokultural Markaz Syariah Megamendung. Di mana di dalam surat tersebut, mereka mengklaim bahwa pihak pengelola Markaz Syariah tersebut telah melakukan pelanggaran pidana karena menguasai lahan negara secara tidak sah.

Bahkan dalam surat yang dirilis pada tanggal 18 Desember 2020 itu telah menginstruksikan kepada pihak Ponpes Markaz Syariah Megamendung untuk mengosongkan lokasi sekurang-kurangnya 1 minggu dari surat yang diterima. []


Pos terkait