Bubarkan FPI, Kantor Kemenko Polhukam Dibanjiri Karangan Bunga

  • Whatsapp
IMG 20201231 WA0032
Karangan bunga dukungan rakyat ke Kemenko Polhukam RI.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD usai memimpin pembacaan Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 lembaga negara tentang pembubaran dan pelarangan seluruh atribut dan aktivitas Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia pada hari Rabu 30 Desember 2020.

Hari ini, kantor Kemenko Polhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat mendadak dibanjiri oleh karangan bunga ucapan terima kasih dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Bravo Menkopolhukam, maju terus, negara tidak boleh kalah dengan preman” tulis karangan bunga dari Alumni FE Untar.

Kemudian ada relawan yang mengatasnamakan Relawan Penjaga NKRI, di mana mereka menyebut bahwa pembubaran ormas FPI oleh pemerintah adalah kado terbaik di tahun 2020 untuk Indonesia.

“Trisakti untuk Indonesia. Relawan penjaga NKRI. Pembubaran FPI, kado terindah akhir 2020 untuk NKRI”.

Selain itu, ada juga karangan bunga dari masyarakat yang mengatasnamakan tim bersih-bersih kampus Universitas Indonesia. Mereka mengajak agar semua bangsa Indonesia harus bersama-sama memperkuat rasa kebangsaan untuk keutuhan NKRI.

“Perkuat rasa kebangsaan, maju terus bergandengan tangan untuk NKRI”.

Perlu diketahui, bahwa Menko Polhukam Mahfud MD bersama dengan beberapa pimpinan lembaga tinggi negara lainnya menemani 6 lembaga tinggi negara yang menerbitkan SKB.

Dalam keterangan persnya, Mahfud MD meminta kepada seluruh jajaran pemerintah dan pemerintah daerah untuk tidak memberikan fasilitas apapun kegiatan masyarakat yang mengatasnamakan FPI.

“Kepada aparat pemerintah, pusat dan daerah, jika ada sebuah organisasi mengatasnamakan FPI itu tidak ada dan harus ditolak karena legal standing-nya tidak ada,” kata Mahfud MD.

Hadir dalam pembacaan SKB tersebut, antara lain ; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly, Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate, Menko Polhukam Mahfud MD, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Idham Azis, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae dan Sesmenko Polhukam Tri Soewandono. [NOE]


Pos terkait