Anggap Cuma Banyak Omong, Muannas Ingatkan Fadli Zon soal Ratna Sarumpaet

  • Whatsapp
ratna sarumpaet dan fadli zon
Foto Ratna Sarumpaet bersama politisi DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

Inisiatifnews.com – Salah satu anak buah kesayangan Prabowo Subianto, Fadli Zon dianggap paling rajin melayangkan sindiran terhadap pemerintah pusat, salah satunya adalah tentang aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Mendapati manuver narasi politik yang dibangun oleh Fadli Zon, ketua umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid memberikan responnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jika persoalan kinerja riil untuk rakyat Indonesia, sebaiknya publik dak perlu mempertanyakannya kepada sosok seperti Fadli Zon, yang lebih serung melakukan narasi politik di media sosial.

“Jangan tanya orang yang niat kerja ke pak Fadli Zon yang hobinya ngomong doang,” kata Muannas, Selasa (5/1/2021).

Ia menilai apa yang dilakukan oleh Tri Rismaharini adalah sosok pemimpin lembaga negara yang patut dicontoh. Di mana mantan Walikota Surabaya itu ingin memastikan kinerjanya benar-benar bisa sampai tepat sasaran dengan melihat kondisi faktual yang ada di lapangan.

“Blusukan itu niatnya baik, memastikan sendiri ke lapangan, turun langsung, bukan denger-denger atau katanya-katanya,” ujarnya.

Sontak Muannas pun mengingatkan kembali kasus hoaks yang sempat menghebohkan jagat tanah air, di mana saat itu Ratna Sarumpaet melakukan pembohongan publik yang sangat masif, sembari diikuti oleh para politisi dan aktivis nasional, salah satunya adalah Fadli Zon.

“Jadi, gak bisa dibohongin kayak kisah Ratna Sarumpaet, begitu !,” imbuhnya.

Sebelumnya, melalui akun twitter pribadinya, Wakil Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyindir Menteri Sosial Tri Rismaharini yang melakukan aksi blusukan di beberapa lokasi kumuh di DKI Jakarta.

“Blusukan secara proporsional bagus saja sebagai cara melihat langsung lapangan,” kata Fadli Zon.

Hanya saja ketika aksi blusukan tersebut menjadi rutinitas, anggota Komisi I DPR RI itu menyarankan agar Tri Rismaharini secara tidak langsung agar memeriksakan kejiwaannya.

“Tapi kalau kecanduan blusukan, maka harus diperiksa jangan-jangan gangguan “gila pencitraan”,” tutupnya. []

Pos terkait