Komnas HAM Rilis Kendaraan Pembuntut Rombongan Rizieq ke Karawang

  • Whatsapp
IMG 20210108 182315
Dokumen digital yang didapat Komnas HAM dalam peristiwa kematian 6 laskar khusus FPI di kawasan Karawang, Jawa Barat.

Inisiatifnews.com – Ketua tim pemantauan dan penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Mohammad Choirul Anam menyampaikan beberapa hal berdasarkan hasil temuan dari kasus tewasnya 6 orang laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) di kawasan KM50 Jalan Tol Jakarta – Cikampek pada tanggal 7 Desember 2020 lalu.

Berdasarkan temuan yang dilakukan timnya, Choirul Anam membenarkan bahwa ada tugas-tugas Kepolisian yang melakukan aksi pembuntutan terhadap Habib Rizieq Shihab.

Bacaan Lainnya

“Bahwa benar pihak Polda Metro Jaya melakukan pengerahan petugas untuk melakukan pembuntutan terhadap Muhammad Rizieq Shihab sebagai bagian dari proses penyelidikan terkait kasus pelanggaran Protokol Kesehatan,” kata Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Latuharhary Nomor 4B, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

Temuan itu didasari dengan adanya bukti surat tugas terhadap sejumlah anggota Direskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 5 Desember 2020 untuk melakukan pembuntutan terkait keberadaan imam besar ormas yang saat ini telah dibubarkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 lembaga negara itu.

Selain pengakuan Polda Metro Jaya yang mengerahkan pemantauan Habib Rizieq, ternyata ada pihak lain yang melakukan aktivitas yang sama. Hal ini disampaikan berdasarkan hasil temuan dan keterangan berbagai pihak sejak dari Markaz Syariah Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa hari sebelum peristiwa di kawasan Karawang, itu.

“Bahwa didapatkan fakta juga telah terjadi upaya pengintaian dan pembuntutan terhadap Muhammad Rizieq Shihab yang dilakukan oleh petugas yang dinyatakan bukan dari kepolisian oleh polisi sejak dari Kawasan Markaz Syariah Mega Mendung hingga ke Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Tanggal 4 Desember 2020,” jelasnya.

Kemudian, di sekitar waktu peristiwa kematian 6 laskar khusus FPI, ditemukan adanya pengerahan petugas keamanan dengan seragam lengkap di sekitar titik, antara lain di kawasan gerbang tol, rest area dan beberapa jembatan penyeberangan di sekitar tol Jakarta-Cikampek.

“Namun berdasarkan hasil penyelidikan, dipastikan bahwa konsentrasi petugas bersenjata lengkap tersebut dalam rangka proses pengawalan terhadap iringan rombongan pembawa Vaksin Covid-19 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bio Farma Bandung,” terang Choirul Anam.

Selanjutnya, terkait dengan beberapa pertanyaan publik tentang keberadaan CCTV milik PT Jasa Marga yang tidak berfungsi di beberapa lokasi, Choirul Anam memberikan penjelasan bahwa memang ada beberapa CCTV yang tidak berfungsi. Hal ini lantaran adanya kerusakan pada jaringan fiber optic.

“Tim Penyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan langsung ke titik lokasi dan menemukan fakta bahwa telah terjadi kegagalan pengiriman rekaman gambar CCTV melalui saluran server akibat putusnya fiber optik di dalam sebuah Joint Closure CCTV. Sehingga menyebabkan tidak berfungsinya CCTV mulai dari KM 49-KM 72 ruas Tol Jakarta-Cikampek sebagaimana mestinya,” paparnya.

Walaupun begitu, Komnas HAM bekerjasama dengan pihak Jasa Marga telah berhasil mengantongi video yang merekam jalan tol dan pintu gerbang keluar masuk yang terkait peristiwa berjumlah 9.942. Kemudian mereka juga mendapatkan screen capture dari smart cctv speed-counting/speed-cam sejumlah 137.548 foto.

Berdasarkan data-data video dan foto tangkap layar yang sudah dikantongi, Komnas HAM pun berhasil mendapatkan fakta yang didasari dari keterangan saksi-saksi dan hasil analisa rekaman CCTV dan analisis rekaman percakapan (viocenote), bahwa teridentifikasi sejumlah kendaraan roda empat yang diduga melakukan pembuntutan terhadap MRS dan rombongan sejak dari Kawasan Sentul, Bogor, hingga Tanggal 7 Desember 2020 (dinihari). Berbagai kendaraan yang berhasil diidentifikasi antara lain ;

1. Avanza warna hitam dengan Nomor Polisi B 1739 PWQ.

2. Avanza warna Silver dengan Nomor Polisi B 1278 KJD.

3. Mobil petugas dengan Nomor Polisi B 1542 POI.

4. Avanza warna Silver dengan Nomor Polisi K 9143 EL.

5. Xenia warna silver dengan Nomor Polisi B 1519 UTI.

6. Land Cruiser dengan nomor polisi (belum teridentifikasi).

“Bahwa benar kendaraan jenis Avanza Silver K 9143 EL, Xenia B 1519 UTI dan B 1542 POI serta Land Cruiser diakui sebagai kendaraan petugas polisi yang pada tanggal kejadian sedang melakukan pembuntutan terhadap Muhammad Rizieq Shihab,” papar Anam.

Namun ada 2 (dua) kendaraan yang ditolak oleh Polri sebagai kendaraan anggota mereka. Yakni Avanza dengan plat nomor polisi B 1739 PWQ dan B 1278 KJD.

“Berdasarkan keterangan saksi dan hasil identifikasi rekaman CCTV serta analisis rekaman percakapan terlibat aktif dalam pembuntutan terhadap rombongan Muhammad Rizieq Shihab tidak diakui sebagai mobil milik petugas Polda Metro Jaya yang sedang melaksanakan tugas pembuntutan tersebut,” imbuhnya.


Pos terkait