FPI Dibubarkan, Sobri Lubis Cs Deklarasikan Front Persaudaraan Islam

  • Whatsapp
sobri lubis
Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Para dedengkot Front Pembela Islam kembali mendeklarasikan ormas baru setelah pemerintah melalui SKB 6 lembaga negara membubarkan dan melarang seluruh aktivitas mereka.

Ormas baru yang dideklarasikan oleh Ahmad Sobri Lubis dan teman-temannya itu masih menggunakan akronim FPI, namun dengan kepanjangan kata yakni Front Persaudaraan Islam.

Bacaan Lainnya

Dalam berkas deklarasi yang ditandatangani pada hari Jumat 8 Januari 2021, FPI baru tersebut didirikan pertama kali pada tanggal 30 Desember 2020, atau di hari yang sama pemerintah di bawah koordinasi Kemenko Polhukam membubarkan ormas mereka. Pada saat itu, FPI baru masih menggunakan nama Front Persatuan Islam.

“Kami, setelah mendeklarasikan Front Persatuan Islam pada tanggal 30 Desember yang lalu,” kata Sobri Lubis.

Hanya saja karena pertimbangan lain, akhirnya ia mengubahnya menjadi Front Persaudaraan Islam.

Diklaim Sobri, pendirian Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam tersebut merupakan bagian dari kebebasan berserikat dan berkumpul yang dijamin oleh konstitusi di Indonesia.

“Kebebasan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat dan pikiran melalui lisan atau tulisan adalah dijamin dalam konstitusi Indonesia, sebagaimana diatur dalam pasal 28 dan 28E UUD 1945,” ujarnya.

Kemudian, tentang pendirian ormas yang melalui legal standing yakni pendaftaran ke lembaga negara seperti Kementerian Hukum dan HAM, Sobri Lubis menekankan bahwa hal itu tidak wajib mereka lakukan. Karena berdasarkan Putusan MK Nomor 82 Tahun 2013, dalam pertimbangan angka [3.19.4] dan [3.19.5], masalah pendaftaran sebuah ormas adalah bersifat sukarela.

“Sehingga tidak ada kewajiban pendaftaran ormas, dan ormas yang tidak mendaftarkan diri tidak bisa dikategorikan sebagai ormas ilegal atau terlarang,” ucapnya.

Atas dasar itu pula, Sobri Lubis meminta kepada siapapun agar tidak melakukan upaya menakut-nakuti mereka atas berdirinya ormas baru yang berkantor di Jalan Petamburan III Nomor 17, Tanah Abang, Jakarta Pusat, itu.

“Kami menyerukan agar tidak ada ucapan dan tindakan yang bersifat menakut nakuti atau ancam mengancam dalam pelaksanaan hak warga negara untuk menjalankan kebebasan berserikat berkumpul dan menyatakan pendapat,” tegasnya.

Kemudian, Sobri Lubis juga mengajak kepada seluruh eks anggota FPI dan para simpatisannya agar bergabung dengan ormas baru yang telah dibentuknya itu. Termasuk tetap bebas menjalankan aktivitasnya tanpa merasa diintimidasi oleh pihak manapun.

“Kepada mantan pengurus, anggota dan simpatisan ormas Front Pembela Islam, kami himbau untuk tidak ketakutan dalam menjalankan dan melaksanakan hak kebebasan berserikat dan berkumpul. Silahkan dengan tenang bergabung dengan Front Persaudaraan Islam, karena hal ini adalah hak konstitusional warga negara,” serunya.

Sobri Lubis juga berjanji bahwa ormasnya tersebut tidak akan membuat kemungkaran dalam bentuk apapun, serta mengupayakan citra Islam yang memberikan Rahmat bagi seluruh alam.

“Front Persaudaraan Islam, kedepan akan berkonsentrasi kepada kegiatan dakwah dan pendidikan, Kemanusiaan, Advokasi hukum dan HAM sebagai perwujudan pengamalan fardhu kifayah dalam Islam, amar ma’ruf nahi munkar tanpa menimbulkan kemunkaran lainnya,” tutur Sobri.

“Menampilkan wajah Islam rahmatan lil alamiin dalam bingkai NKRI,” imbuhnya.

Terakhir, FPI baru yang dibentuk tersebut akan terus mengawal kasus terbunuhnya 6 orang laskar khusus FPI dalam tragedi KM 50 Jalan Tol Jakarta – Cikampek pada hari Senin 7 Desember 2020 dini hari lalu.

“Kita akan kawal terus kasus pembunuhan 6 syuhada hingga ada pihak yang bertanggungjawab terhadap kematian tersebut agar bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang berkemanusiaan yang adil dan beradab,” tutupnya.

Dalam deklarasi tersebut, beberapa tokoh FPI ikut membubuhkan tanda tangannya. Antara lain Sobri Lubis sendiri, kemudian ada Awit Mashuri, Qurtubi Jaelani, TB Abdurrahman Anwar, Maksum Hasan, Habib Muchsin Alatas, Teungku Muslim Attahiri, Habib Umar Abdul Aziz Assegaf, Habib Umar Assegaf, Habib Bagir bin Syech Abubakar, Habib Hasan Assegaf, Habib Faisal Assegaf, Muhammad Arif Nur, Habib Alwi Baraqbah dan Munarman. [REL]

Pos terkait