Sebut Blusukan Tak Ada di Konsep Manajemen, Uki Beruntung Musni Umar Bukan Dosennya

  • Whatsapp
Uki
Dedek Prayudi.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Demografer muda, Dedek “Uki” Prayudi menyinggung rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang juga sebagai profesor ilmu sosiologi, Musni Umar.

Di mana Musni Umar menyebut bahwa blusukan tidak ada dalam konsep manajemen. Bahkan ia menilai metode blusukan sudah terbukti hanya ramai di media saja tanpa menyelesaikan masalah kemiskinan dan segala dampaknya.

Bacaan Lainnya

“Dalam evidence based policy formulation, data adalah basis pengambilan kebijakan. Data makro tinggal pakai data sekunder (data BPS dll). Data mikro salah satunya diambil melalui observasi di lapangan,” kata Uki merespon statemen Musni Umar, Senin (11/1/2021).

Dengan teori itu, Uki malah heran mengapa ada orang-orang yang menyalahkan ketika ada pejabat publik melakukan observasi terhadap kebijakan yang tengah ditangani.

“Pertanyaannya, kenapa gerah kalau pembuat kebijakannya sendiri yang observasi?,” ujarnya.

Dijelaskan Uki lagi, bahwa selain mengeluarkan kebijakan, pemerintah bisa saja memilih opsi untuk mendekatkan diri kepada target kebijakannya, yakni masyarakat. Hubungan emosional yang dibangun itu sangat wajar karena ada keterikatan antara pemimpin dengan yang dipimpin.

“Kalau dalam politik, pemimpin dan pembantunya memang harus membangun hubungan emosional dengan rakyat dan hubungan rakyat – pemimpin tidak hanya sebatas hubungan Pemilu,” paparnya.

Dalam konteks ini, Uki menilai seharusnya Musni Umar yang mengaku bergelar profesor sekaligus rektor salah satu universitas di Jakarta itu paham.

“Harusnya sosiolog paham soal ini. Untung Prof bukan dosen saya,” tegasnya.

Alumni Universitas Indonesia ini berpendapat bahwa “mengetahui” itu berbeda dengan “merasakan”. Dengan cara melalukan blusukan, sang pejabat akan melewati sebuah pengalaman yang melibatkan langsung penginderaan dan hatinya tentang apa yang sedang terjadi dengan rakyatnya.

“Dengan melewati pengalaman tersebut, maka ia akan merasakan bukan hanya mengetahui,” tuturnya.

Uki menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melihat apa tujuan utama dari aksi blusukan pejabat negara, dalam hal ini Menteri Sosial Tri Rismaharini yang tengah dibahas oleh Musni Umar, apakah ada tendensi politik tertentu atau tidak.

“Saya tidak peduli dengan agenda politik apa dibalik blusukan bu Risma, personally at least sampai saat ini saya bukan pendukung beliau secara politik, tapi mendiskreditkan blusukan karena takut agenda politiknya terganggu, itulah busuk hati,” tutupnya.


Pos terkait