Banyak Bencana Alam, Prof Emil Salim Sarankan Cari Solusi, Bukan Saling Salahkan

  • Whatsapp
IMG 20210118 063205
Prof Emil Salim.

Inisiatifnews.com – Bencana alam tengah menghantam beberapa kawasan di Indonesia, mulai dari gempa bumi, gunung meletus hingga banjir bandang.

Persoalan ekologi ini pun mendapatkan perhatian dari bos Indonesian Biodiversity Foundation, Prof Emil Salim. Menurutnya, persoalan bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia tidak perlu dijadikan sebagai ajang saling menyalahkan, apalagi mencari-cari kesalahan pihak-pihak tertentu.

Bacaan Lainnya

“Jika bertubi-tubi masyarakat kita ditimpa bencana dan musibah, jangan cari-cari kesalahan, tapi cari jalan rasional ilmiah,” kata prof Salim, Minggu (17/1/2021).

Profesor ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) itu mengajak semua pihak untuk lebih memilih bagaimana mencari solusi yang ilmiah dan tepat sehingga kemudian diterapkan secara bersama-sama.

“Bertanya, ilmu-science apa yang perlu dikembangkan untuk hindari berulangnya kembali musibah dalam kehidupan bangsa kita di masa depan,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa beberapa wilayah di Indonesia tengah ditimpa bencana alam di awal tahun 2021 ini. Antara lain ;

– Tanggal 15 Januari 2021, terjadi longsor di Sumedang hingga tercatat sementara 25 orang meninggal dunia. Dan proses pencarian dari tim gabungan masih diupayakan sampai saat ini.

– Tanggal 14 dan 15 Januari 2021 juga telah terjadi gempa dengan kekuatan 5,9 hingga 6,2 Skala Richter (SR) yang melanda Mamuju dan Majene. Gempa dengan kekuatan yang cukup dahsyat itu membuat kerusakan parah di beberapa wilayah. Setidaknya data sementara tercatat ada 56 orang ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

– Tanggal 15 Januari 2021, ada banjir bandang yang menenggelamkan sebagian besar wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan 6 Kabupaten/Kota lainnya di Kalimantan Selatan. Setidaknya, tercatat sementara ada 5 orang meninggal dunia dan 112.709 warga kehilangan tempat tinggalnya.

– Tanggal 16 Januari 2021, gunung Semeru mengeluarkan awan panas hingga radius 4,5 Kilometer.


Pos terkait