Menko Airlangga Imbau Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen

  • Whatsapp
20210119 152315
Airlangga Hartarto mendonorkan plasma dalam Pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen, Senin (18/1). (Foto: Twitter @airlangga_hrt)

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesennya membantu pasien yang masih dirawat. Ini sebagai upaya selain vaksinasi yang tengah berlangsung.

Donor plasma menjadi bagian dari 3T, metode ini masuk dalam treatment. Melalui donor plasma konvalesen penyintas, diharapkan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Airlangga mengaku telah mendonorkan plasma kovalesennya pada pencanangan Gerakan Donor Plasma, pada Senin (19/1) kemarin. Dia jufa mengakui pernah terpapar, tetapi sudah dinyatakan sembuh. Keinginannya untuk mendonorkan plasma ini sebagai bentuk ungkapan syukurnya karena bisa bertahan dari paparan Covid-19.

Sebelum melakukan donor plasma, Airlangga sudah melakukan persiapan. Antara lain, menerapkan pola hidup sehat, dan menjalani pemeriksaan dokter. Selain itu, kata dia, tanpa status sehat dari dokter, calon pendonor tak bisa menyumbangkan plasma darahnya.

“Ini adalah ungkapan rasa syukur saya, karena termasuk orang-orang yang mampu bertahan dari serangan Covid-19. Dengan mendonorkan plasma konvalesen, saya berharap bisa menolong pasien Covid lainnya untuk segera sembuh,” tutur Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Ketua Umum Partai Golkar ini berharap, gerakan donor plasma ini diikuti penyintas Covid-19 lainnya di seluruh Indonesia.
Selain gerakan donor plasma, pemerintah sudah menggulirkan program vaksinasi dan seruan untuk disiplin protokol kesehatan.

“Kapan lagi kita bersyukur dan menyelamatkan sesama jiwa manusia. Gerakan donor plasma darah ini sebagai bagian dari bersykur sekaligus menyelamatkan jiwa,” ungkapnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga Senin (18/1) sudah ada 745.935 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Di sisi lain, jumlah kasus aktif di Indonesia per Senin kemarin sebanyak 144.798. “Jika 10 persen dari penyintas ikut menyumbang plasma, maka dapat menyelamatkan 70 ribu jiwa,” sebut Airlangga.

Ditambahkannya, target PMI, 5000 plasma perbulan atau 60 ribu pertahun. Saat ini satu plasma dari penyintas Covid sudah ditunggu 80 pasien yang sedang dalam perawatan.

“Informasi laporan dari Bapak Menko PMK Muhadjir, plasma konvalesen dapat menyembuhkan 100 pasien positif Covid tanpa gejala atau bergejala ringan. Sedangkan untuk pasien bergejala berat, plasma dari satu pendonor bisa menyelamatkan 85 pasien bergejala berat,” pungkas Airlangga. (INI)


Pos terkait