Para Santri Apresiasi Pemerintah Bubarkan FPI

  • Whatsapp
IMG 20210119 164042
Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP FOKSI) saat menggelar aksi damai di depan gedung Kemenko Polhukam pada hari Selasa 19 Januari 2021.

Inisiatifnews.com – Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP FOKSI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenko Polhukam.

Dalam aksinya, mereka memandang bahwa pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah sudah sangat tepat.

Bacaan Lainnya

“Kami para Santri Indonesia menyatakan mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam langkah membubarkan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi radikal yang membuat kegaduhan dan melanggar ketertiban umum,” kata ketua umum DPP FOKSI, Natsir Sahib dalam keterangan persnya, Selasa (19/1/2021).

Walaupun sudah dibubarkan, ia menilai bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan oleh mantan kader ormas bentukan Habib Rizieq Shihab tersebut masih berpotensi tetap berjalan, tentunya dengan brand ormas baru.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah tidak hanya sekedar membubarkan saja, tapi terus melakukan monitoring terhadap kelompok tersebut. Apalagi saat ini, para pimpinan FPI melahirkan ormas baru bernama Front Persaudaraan Islam.

“Meminta pemerintah untuk terus mengawal dan mengawasi kegiatan para anggota FPI maupun organisasi lain yang dibentuk oleh pengurus dan anggota FPI,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia juga mendorong agar pemerintah terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat luas mengapa pemerintah harus membubarkan ormas tersebut dengan SKB 6 lembaga negara itu.

“Membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pembubaran FPI sebagai langkah tepat menyelamatkan Indonesia dari bahaya radikalisme yang ingin menghancurkan dan memecah-belah bangsa Indonesia,” tuturnya.

Di sisi lain, Natsir juga meminta kepada Menteri Agama Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memantau dan mengevaluasi lembaga-lembaga pendidikan yang terafiliasi oleh jaringan FPI untuk mencegah adanya doktrinasi benih-benih radikalisme melalui pendidikan.

Termasuk meminta kepada para orangtua yang ingin memondokkan putera atau puterinya agar benar-benar selektif dalam memilih pondok pesantren yang tepat.

“Mengajak kepada para orangtua dan calon santri untuk memilih pesantren-pesantren yang tidak terafiliasi dengan FPI dan menanamkan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan cinta tanah air demi menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya paham-paham radikal,” serunya.

Selain itu, Natsir juga mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan perkara yang menjerat para pimpinan ormas FPI tersebut.

“Meminta kepada Kepolisian dan Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti proses penanganan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pimpinan, pengurus, dan anggota FPI yang selama ini telah meresahkan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Natsir juta mendukung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk segera menyelidiki agenda-agenda terorisme yang kemungkinan telah direncanakan selama ini oleh jaringan FPI. Dan mengapresiasi sikap tegas Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang membekukan rekening keuangan milik ormas pimpinan Sobri Lubis itu.

“Mendukung PPATK untuk membekukan rekening-rekening bank yang diduga dan terbukti selama ini memberikan bantuan untuk pergerakan jaringan FPI,” ungkapnya.

Pos terkait