KH Afifuddin Muhajir Diganjar Gelar Kehormatan UIN Walisongo Semarang

  • Whatsapp
Afifuddin Muhajir
Rais Syuriah PBNU, Kiai Afifuddin Muhajir.

Inisiatifnews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan anugerah doktor kehormatan Honoris Causa (HC) kepada KH Afifuddin Muhajir dalam bidang Ilmu Fikih dan Ushul Fikih.

Upacara penganugerahan gelar kehormatan dilakukan di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang secara daring dengan protokol kesehatan yang ketat, Rabu (20/1).

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diberi penganugerahan gelar doktor kehormatan dalam sidang senat terbuka yang dipimpin Rektor UIN Walisongo Prof KH Imam Taufiq di Auditorium II Kampus III, Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan, Semarang.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Said Agil Husein Al-Munawwar menjadi promotor penganugerahan kepada Kiai Afif. Sedangkan Guru Besar UIN Walisongo Semarang Prof Ahmad Rofiq bertindak sebagai co-promotor.

Salah satu pertimbangan Kiai Afif mendapat gelar kehormatan ini karena dianggap sosok yang pantas menyandangnya. Sebab kiai kelahiran Sampang, 65 tahun lalu itu memiliki banyak riwayat kealiman.  

Kiai Afif nyaris tak pernah belajar ke luar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Seluruh jenjang pendidikannya, mulai dasar hingga sarjana, dijalani di pesantren asuhan KHR As’ad Syamsul Arifin itu.

Sementara untuk pendidikan sarjana strata dua (magister), Kiai Afif menamatkannya di Universitas Islam Malang (Unisma) karena ketika itu di Pesantren Sukorejo belum membuka program magister.

Kyai Afifuddin Muhajir
KH Afifuddin Muhajir saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Fiqih /Ushul Fiqh yang diberikan oleh Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Kepakaran di bidang ushul fikih tidak sekadar mumpuni secara teoritis. Kiai Afif juga mahir dan berani mendayagunakan perangkat-perangkat teori ushul fikih secara praksis dalam mendinamiskan fikih. Baik untuk menjawab problematika keagamaan maupun kebangsaan.

Salah satu di antara kontribusi Kiai Afif adalah merumuskan konsep Islam Nusantara dan mencetuskan keputusan penting tentang larangan penyebutan atau panggilan kafir bagi non-muslim. Selain itu, Kiai Afif juga piawai berbicara tentang sistem demokrasi atau membincangkan negara Pancasila dari sudut pandang ushul fikih.