Muannas Alaidid Dorong Polri Tangkap Penghina Natalius Pigai

  • Whatsapp
muannas alaidid
Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com – Praktisi hukum, Habib Muannas Alaidid menilai bahwa kasus rasisme adalah bukan bagian dari delik aduan, sehingga tanpa perlu adanya laporan polisi dari masyarakat, aparat bisa melakukan proses hukum.

“Rasisme bukan delik aduan, sebaiknya pelaku langsung ditangkap mesti tanpa ada laporan masyarakat,” kata Muannas, Senin (25/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Cyber Indonesia itu menyatakan, bahwa perbedaan pendapat tidak boleh dilakukan dengan melancarkan hinaan, apalagi yang berbasis rasial.

“Mesti kita tidak sepaham dan sejalan dengan Natalius Pigai, tak boleh rasisme dibiarkan di negeri kita,” terangnya.

Apalagi, Indonesia adalah negara hukum sehingga supremasi hukum harus ditegakkan kepada siapapun yang melakukan pelanggaran. Dan Muannas menyebut ada pasal-pasal yang bisa digunakan untuk menjerat para pelaku rasisme tersebut.

“Ada pasal 28 ayat 2 ITE, pasal 4b angka 2 UU Nomor 40 tahun 2008 dan pasal 156 KUHP,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa mantan komisioner Komnas HAM, Natalisu Pigai telah mendapatkan perlakuan rasial dari netizen. Ia adalah politisi Partai Hanura Ambroncius IM Nababan. Ia mengunggah foto Natalius Pigai dengan binatang gorila. Konten yang diposting di akun Facebook pribadinya itu menyinggung tentang vaksinasi.

“Edodoeee pace, Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies. Sa setuju pace,” tulis Ambroncius.


Pos terkait