Alissa Wahid Harap Permadi Arya Ubah Gaya Jika Masih Pakai Brand NU

  • Whatsapp
IMG 20190219 WA0110
Sekjen Gerakan Suluh Kebangsaan Alissa Wahid saat menjadi narasumber dialog kebangsaan di Stasiun Tugu Yogyakarta, Selasa (19/02/2019) malam.

Inisiatifnews.com – Salah satu putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida (Alissa Wahid) berharap agar Permadi Arya alias Abu Janda mau mengubah gayanya jika memang masih memilih untuk melabeli diri sebagai keluarga Nahdliyyin.

Namun ia tidak memaksa jika Permadi Arya tidak berkenan. Hanya saja, konsekuensinya adalah cara-cara ia melakukan kontra narasi semacam itu sama sekali tidak mencerminkan sikap NU yang sebenarnya.

Bacaan Lainnya

“Buat mas Permadi, monggo kalau memang ingin berjalan dengan gaya asli, konsekuensinya tidak selaras dengan NU. Sebaliknya, kalau mau dengan prinsip NU, monggo ubah gayanya agar selaras,” kata Alissa, Senin (1/2/2021) malam.

Ia juga berharap semua pihak baik dirinya sekalipun agar selalu diberikan kejernihan pikir dan hati dalam menyikapi berbagai hal yang ada. Khususnya dalam menjalankan dakwah-dakwah ala Nahdliyyin.

“Semoga kita diberi kejernihan hati dan keluasan pandangan dalam perjuangan,” ujarnya.

Kalimat Alissa tersebut adalah bagian dari respon terhadap kicauan Akhmad Sahal di Twitter. Di mana Alissa menyebut jika Permadi Arya tidak menjadi bagian dari poros NU dan merepresentasikan NU dalam beraktifitas di media sosialnya. Sekalipun Permadi mengaku bahwa dirinya juga anggota Banser dan menjadi bagian dari warga Nahdliyyin.

Respon Alissa ini untuk memberikan tanggapan terhadap tweet Permadi Arya tentang “Islam Arogan”.

“Pertanyaan yg diajukan ke saya : apakah Permadi representasi NU? Bagi saya jelas tidak. Saya saja gak berani merasa representasi NU. Permadi jauh gitu kok dari prinsip Aswaja NU. Saya keberatan kalau dengan sikap seperti itu dia dianggap menjadi representasi NU,” terang Alissa.

Bagi Alissa, siapapun termasuk dirinya tidak bisa melarang seseorang untuk mengaku atau tidak sebagai bagian dari warga NU. Hanya saja, bukan persoalan baju atau label, melainkan perilaku dan tindak-tanduk seseorang yang mengaku NU harus bisa mengejawantahkan sikap NU yang seutuhnya, yakni yang memegang teguh ahlus-sunnah wal jamaah.

“Kita tidak bisa menolak orang menyebut dirinya sebagai orang NU. Tetapi untuk mengukur seseorang jadi representasi NU, ya harus pakai tolok ukur prinsip Aswaja NU,” paparnya.

Sementara itu, di dalam sesi podcast bersama Gus Miftah di Youtube milik Deddy Corbuzier, Permadi Arya juga sudah menjelaskan duduk perkara tweet kontroversial itu.

Dan di hadapan kader muda NU yang juga pengasuh pondok pesantren Ora Aji di Yogyakarta itu menegaskan permohonan maafnya dan berjanji untuk memegang teguh prinsip ala Nahdliyyin.

“Aku janji Gus, mulai ke depan aku mulai town down, lebih pakai kaidah-kaidah NU seperti tawasuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan tasamuh (toleran) segala macem, aku janji,” kata Permadi. []


Pos terkait