Liga Eksponen 98 Nilai Revisi UU Pemilu Tak Perlu Saat Pendemi

  • Whatsapp
pemilu
Ilustrasi.

Inisiatifnews.com – Koordinator Nasional Liga Eksponen 98, Ma’ruf Asli Bhakti menyatakan penolakannya terhadap rencana DPR RI melakukan revisi terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Liga Eksponen 98 menegaskan sikap bahwa mendukung langkah Pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin menolak revisi UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017,” kata Ma’ruf dalam siaran persnya, Selasa (2/2/2021).

Dari pada melakukan revisi terhadap regulasinya, ia berpandangan alangkah lebih baiknya jika pemerintah selaku penyelenggara melakukan pembenahan saja terhadap infrastruktur pemilu, khususnya untuk proses politik tahun 2024 mendatang.

“Terkait urusan kepemiluan dan Pilkada agar pemerintah melakukan pembenahan dan persiapan infrastruktur Pemilu Serentak Tahun 2024,” ujarnya.

Kemudian, ia juga tidak sependapat bahwa Pilkada tahun 2022 dan 2023 diselenggarakan. Ada beberapa pertimbangan yang diutarakannya, antara lain tentang kondisi pandemi yang masih melanda Indonesia.

“Bangsa ini masih dalam suasana pandemi covid-19 yang nyata menambah lonjakan jumlah pasien positif COVID-19. Masyarakat tengah menghadapi kesulitan ekonomi dimana pemerintah mestinya fokus pada upaya-upaya pemulihan ekonomi rakyat. Bukan justeru sibuk dengan prosesi Pilkada,” terangnya.

Apalagi dalam pelaksanaan Pemilu, penggunaan anggarannya pun sangat besar. Sehingga sangat tidak efektif jika dana negara dialokasikan untuk kegiatan politik semacam itu.

“Pembiayaan Pilkada menyedot anggaran begitu besar yang semestinya diarahkan pada pembiayaan program penanggulangan dampak Covid-19,” tandasnya.

Atas dasar itu, Liga Eksponen 98 merasa bahwa revisi terhadap UU Pemilu yang ada tidak perlu dilakukan.

“Sehingga revisi UU pemilu Nomor 7 tahun 2017 terkait pilkada serentak tak diperlukan, mari kita fokus pada program pemulihan dan menekan laju penyebaran virus covid-19 dalam 2 tahun ke depan,” tutupnya. [REL]