Uki Sindir Anwar Abbas soal “Pakian Agama” Siswa

  • Whatsapp
Uki
Dedek Prayudi.

Inisiatifnews.com – Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek “Uki” Prayudi menyampaikan sindirannya kepada wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas tentang berpakaian para siswa dengan latar belakang keagamaan masing-masing.

Menurut Uki, seharusnya MUI maupun Anwar Abbas secara pribadi memahami konteks konteks berbusana para peserta didik di lingkungan sekolah. Tentunya dalam kacamata konstitusi bernegara.

Bacaan Lainnya

“Harusnya MUI itu paham bahwa negara ini berdasarkan konstitusi, dan konstitusi meletakkan peribadatan dan ekspresi keagamaan itu di tataran hak, bukan kewajiban,” kata Uki.

Sindiran Uki ini untuk menanggapi pernyataan kiai Anwar Abbas yang menyinggung tentang Surat Keputusan Bersama 3 Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama.

Di mana di dalam surat ketiga menteri tersebut, pemerintah melarang adanya mewajibkan para siswanya mengenakan standar seragam dengan eksklusifitas keagamaan tertentu.

Sementara itu, kiai Anwar Abbas memandang bahwa seharusnya negara atau sekolah tidak membebaskan siswanya yang belum dewasa untuk memilih pakaian yang sesuai atau tidak sesuai dengan agamanya. Akan tetapi negara harusnya mengatur terkait cara berpakaian para siswa yang sesuai dengan ajaran agama.

“Negara atau sekolah harus mewajibkan anak-anak didiknya agar berpakaian sesuai dengan ajaran agama dan keyakinannya masing-masing,” ujar Anwar melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/2).

Dengan kewajiban penggunaan pakaian seragam berdasarkan ajaran agama masing-masing peserta didik, maka mereka akan terbentuk karakternya sejak dini.

“Sistem pendidikan nasional yang kita canangkan yaitu untuk membuat peserta didik bisa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia dan seterusnya dapat tercapai,” tambah Anwar.

Petinggi Pengurus Pusat Muhammadiyah itu mengatakan, bahwa warga negara harus berpedoman kepada UUD 1945, terutama pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945. Maka, menurutnya, negara harus bisa menjadikan agama sebagai kaidah penuntun di dalam kehidupan.

Dirinya mengatakan Indonesia adalah negara yang religius. Sehingga, menurutnya, segala aturan yang dibuat pemerintah terutama di dunia pendidikan harus berdasarkan nilai keagamaan.

“Ini artinya negara kita harus menjadi negara yang religius bukan negara yang sekuler.

Oleh karena itu UU dan peraturan serta kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan DPR dalam semua bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan harus didasarkan dan berdasarkan kepada nilai-nilai dari ajaran agama,” kata Anwar. []


Pos terkait