GP Ansor Dinilai Bisa Jadi Agen Ukhuwah Insaniah dan Penjaga Pancasila

  • Whatsapp
IMG 20210206 WA0044
Rembuk Nasional Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Islamiah bertema bersaudara dari dan demi Indonesia di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Sabtu (6/2).

Inisiatifnews.com – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyelenggarakan acara Rembuk Nasional Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Islamiah bertema bersaudara dari dan demi Indonesia di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Sabtu (6/2).

Acara ini dihadiri oleh oleh Menteri Agama sekaligus ketua Umum GP Ansor yaitu Gus Menteri Yaqut Choilil Coumas dan dihadiri beberapa tokoh Nasional maupun daerah seperti Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo, Anggota DPR RI Bangka Belitung dari Fraksi PDIP Rudianto Tjen, Tokoh Masyarakat Bangka Belitung Basuri Cahaya Purnama. Acara juga berlangsung secara daring serta dihadiri seluruh Ketua Wilayah GP Ansor di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Acara ini dibuka oleh Masmuni sebagai Pimpinan Wilayah GP Ansor Bangka Belitung. Dalam pembukaan, dirinya menjelaskan tentang ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah Islamiah yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat seluruh Indonesia.

“Ukhuwah wathaniyah yakni saudara dalam arti sebangsa walaupun tidak seagama atau satu suku. Harus tetap menjalin persaudaraan dan persatuan,” jelasnya.

Kapolda Bangka Belitung Anang Syarif Hidayat dalam kesempatan ini menyatakan, GP Ansor harus menjaga dan mempertahankan visinya untuk kesatuan NKRI.

“Sangat berharap GP Ansor mempertahankan visi misi dalam menjaga keutuhan persaudaraan bangsa ini. Mari bersama sama menjaga keutuhan bangsa ini,” tegas Anang.

Anang menambahkan, masalah yang kerap kali terjadi di Indoensia adalah radikalisme dan isu terkait SARA.

“Masalah yang kerap terjadi di Indonesia adalah radikalisme. Banyak cara dan kedok yang digunakan baik budaya dan agama. Saya yakin GP Ansor tidak ada berafiliasi tergabung dalam hal ini,” jelasnya.

Dalam pertemuan ini Anang juga berharap, penyelengaraan acara ini serta dalam kehidupan bermasyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan guna memotong rantai penyebaran virus corona.

Menteri agama sekaligus ketua GP Ansor Gus Menteri Yaqut Choilil Coumas menyatakan komitmen GP Ansor terhadap NKRI dan Pancasila tidak perlu diragukan.

“Terkait Ukhuwah Islamiah, tidak hanya sekadar persaudaraan semua umat muslim. Tapi merupakan persaudaraan  yang dapat  menunjukkan nilai-nilai keislaman yang baik,” ujar Gus Menteri.

Gus Menteri menambahkan, Indonesia sudah sesuai dengan syariah, karena juga didirikan oleh pemimpin dan alim Ulama organisasi organisasi islam jadi mustahil tidak memenuhi nilai keislaman.

“Agama harus menjadi inspirasi bagi kehidupan karena agama memiliki nilai nilai kebaikan dan kehormatan maka segala tindakan, termasuk usaha menjaga agama tidak boleh bertentangan dengan kemaslahatan semua orang,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Romo Benny. Baginya, penting menjaga persatuan dan persaudaraan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Romo Benny menambahkan, jika sila pertama dibatinkan maka nilai kemanusiaan akan selalu tercermin.

“Termasuk pejabat dan pemangku kepentingan, tidak akan ada lagi korupsi dan masalah lainnya karena takut kepada Tuhan. Bahkan ujaran kebencian pun tidak akan ada. Nilai kemanusiaan akan tercermin,” tegas Benny.

Ditambahkannya, masyarakat Indonesia sekarang menghadapi tantangan akibat dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

“Manusia menjadi alat atau seperti robot dan terasing dari realitas yang beragam hingga tenggelam dalam kebenarannya sendiri yang sesungguhnya telah dibajak dan digunakan oleh kepentingan lain seperti perpecahan dan politik identitas hingga mereka tenggelam lebih banyak dalam hoax dan ujaran kebencian,” tuturnya.

Romo Benny berharap, GP Ansor mampu memberikan jawaban terhadap tantangan tantangan zaman ini seperti dehumanisme dan ujuran kebencian di ruang publik yang mendistraksi perkembangan bangsa indonesia.

“Medsos diisi dengan hal produktif dan mampu membuat perubahan positif bagi bangsa. Kunci persaudaraan adalah yang bisa menyatakun kita, Ekslusifitas agama juga harus dihentikan karena ini yang mendorong radikalisme dan perpecahan akibat politik identitas, mengembalikan fitrah kebangsaan dan Pancasila,” jelas Benny.

Di yakin, GP Ansor dapat menjadi agen persatuan serta mampu membantu membumikan Pancasila sebagai sarana perekat bangsa. (INI)

Pos terkait