Polemik Kudeta Demokrat Harus Dibuktikan, yang Bohong AHY Atau Moeldoko?

  • Whatsapp
Jerry Massie
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie menilai bahwa persoalan isu kudeta kepemimpinan Partai Demokrat masih menjadi ajang petak umpet politik elite. Pasalnya, masih ada tuduhan dan bantahan di balik perselisihan tersebut.

Menurut Jerry, polemik tersebut bisa jadi hanya sebuah strategi politik untuk menjaga popularitas oknum atau partai secara kelembagaan di mata masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Saya nilai ini juga bagian mendongkrak elektabilitas dan popularitas. Ini gaya politik word of mouth atau jadi pembicaraan publik dari mulut ke mulut,” kata Jerry dalam keterangan persnya, Sabtu (6/2/2021).

Apalagi jika dilihat, polemik DPP Partai Demokrat kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyasar kepada Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) Jenderal TNI (purn) Moeldoko. Dirasa cukup janggal ketika kudeta itu dilakukan oleh mantan Panglima TNI yang juga besar di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang tidak lain adalah mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat sekaligus ayah AHY.

“Perlu dicermati Moeldoko pernah diangkat Panglima TNI di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, mungkinkah beliau mengkhianati SBY,” ujarnya.

Menariknya lagi, walaupun beberapa kali elit Partai berlambang mersi itu membantah sasaran tembaknya diaddress ke Istana. Namun tudingan adanya dugaan keterlibatan elite Pemerintah pun cukup mengusik pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini.

“Menariknya, AHY menyebut ada keterlibatan orang-orang Jokowi ini pasti menggangu pemerintahan,” imbuhnya.

Untuk itu, ia menilai seharusnya polemik itu bisa segera dituntaskan dengan saling melakukan pembuktian. Apakah yang jujur adalah Moeldoko ataukah AHY.

“Siapa yang benar AHY atau Moeldoko? Harus transparan. Kudeta mengkudeta parpol di Indonesia sudah lazim jadi tinggal strategi politik ular yakni cerdik yang perlu dilakukan,” tandasnya.

Begitu juga kepada Moeldoko. Jerry pun menilai bahwa seharusnya mantan Panglima TNI itu melakukan pembuktian bahwa tuduhan AHY dan elit Partai Demokrat lainnya tidak benar. Salah satunya adalah dengan menempuh jalur hukum.

“Jangan terkesan permainan politik petak umpet. Kalau Moeldoko merasa tak melakukan, kudeta berani nggak menempuh jalur hukum?,” tegasnya.

Ia berharap agar polemik tersebut tidak perlu diperpanjang. Apalagi saat ini Indonesia tengah fokus bagaimana menanggulangi pandemi COVID-19. Akan sangat tidak baik ketika polemik kudeta kepemimpinan DPP Partai Demokrat menjadi perdebatan utama di kalangan publik.

“Jangan bikin publik galau dan gaduh,” tutupnya. []


Pos terkait