Walau Penanganan Karhutla Membaik, Mahfud Minta Semua Tetap Waspada

  • Whatsapp
WhatsApp Image 2021 02 09 at 19.36.37 1
Rakorsus Pengendalian Karhutla Tahun 2021 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta pada hari Selasa 9 Februari 2021. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan kepada semua agar tetap memberikan perhatian serius dalam penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahana (Karhutla) di Indonesia.

Apalagi saat ini kata Mahfud, ada Inpres Nomor 3 tahun 2020 tentang Penanggulanan kebakaran Hutan dan lahan yang seharusnya bisa menjadi landasan hukum untuk melakukan pencegahan Karhutla tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah punya pengalaman banyak sejak tahun 2015 dan sudah seharusnya kita bisa menangani lebih baik lagi dan lebih sistematis,” kata Mahfud MD saat membuka Rakorsus Pengendalian Karhutla Tahun 2021 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah Kementerian dan Lembaga tersebut, dibahas evaluasi terhadap penangangan Karhutla, serta langkah-langkah persiapan kedepan dalam mengahadapi puncak Karhutla tahun ini.

Menko menekankan bahwa penanganan Karhutla menjadi perhatian serius dari pemerintah, karena setiap tahun Presiden memberikan arahan langsung kepada jajaran Kementerian atau Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah, TNI dan Polri terkait hal ini.

Penanganan yang serius membuktikan bahwa kasus Karhutla terus menurun. Tahun 2020, luas kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 296.942 ha, angka ini jauh lebih kecil dibanding kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 yakni 2,61 juta ha.

WhatsApp Image 2021 02 09 at 19.36.37
Menko Polhukam saat bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar. [foto : Istimewa]

Selain Karhutla, Transboundary Haze Pollution atau Pencemaran Asap Lintas-Batas juga mengalami penurunan sejak tahun 2015. Bahkan di tahun 2018 dan 2020 sudah nihil Transboundary Haze.

“Tercatat pada tahun 2015, Transboundary Haze Pollution terjadi lebih dari dua bulan. Lalu pada tahun 2016 juga terjadi transboundary haze pada akhir Agustus hingga September sekitar 2 minggu. Pada tahun 2017, terjadi pada akhir Agustus sekitar 2 hari, dan pada tahun 2018 tidak ada transboundary haze atau nihil. Tahun 2019 tercatat transboundary haze selama 10 hari pada tanggal 13 hingga 22 September. Dan Alhamdulillah pada 2020 nihil transboundary haze,” jelas Menko Mahfud.

Menko menegaskan dalam penanganan dan pencegahan Karhutla diperlukan sinergitas antara pusat dan daerah dan juga penegakan hukum yang tegas bagi pelaku pembakaran hutan.

“Terus menerus Bapak Presiden menekankan pentingnya peningkatan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui konsolidasi dalam penanganan Karhutla secara menyeluruh oleh seluruh pihak dari pusat ke daerah, melakukan tindakan pencegahan dan early warning, penetapan siaga darurat lebih dini, reward and punishment, perbaikan dan penataan ekosistem, peninjauan lapangan, mengajak masyarakat untuk turut mencegah Karhutla dan sinergutas pusat dan daerah,” ungkapnya.

Terakhir Menko Polhukam mengingatkan agar semua pihak meningkatkan bobot kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan dalam memghadapi musim kemarau yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di tahun ini.

“Kita harus mengarahkan langkah-langkah kita ke depan pada upaya-upaya tersebut, baik melalui pencegahan dengan kewaspadaan dalam monitoring cuaca, tidak harus menunggu sampai kemarau tiba,” pungkasnya. []

Pos terkait