Pengamat Intelijen Apresiasi Ketegasan Ganjar Ancam Pecat ASN Gabung Ormas Terlarang

  • Whatsapp
IMG 20201120 143103
Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta.

Inisiatifnews.com – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mendukung dan mengapresiasi ketegasan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengancam akan memecat aparatur sipil negara (ASN) yang berafiliasi dengan ormas terlarang.

“Ini aturan yang tepat, bagaimana mungkin penyelenggara negara justru bergabung dengan organisasi yang ideologinya anti Pancasila,” kata Stanislaus kepada Inisiatifnews.com, Kamis (11/2/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Stanislaus, sikap Ganjar adalah representasi dari negara yang ingin menjaga ideologinya tetap eksis.

“Sikap negara yang tegas ini harus diapresiasi dan dijalankan, karena suatu bentuk untuk mempertahankan ideologi negara,” ujarnya.

Kemudian, Stanislaus berharap masyarakat Indonesia menyambut positif ketegasan Ganjar itu, dan membantu melakukan monitoring secara masif.

“Masyarakat yang menemukan indikasi ASN yang terlibat ormas terlarang bisa langsung mengadu kepada aparat, dan harus ditindaklanjuti sesuai bukti-bukti yang ada,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melarang keras kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah untuk bergabung atau berafiliasi dengan organisasi terlarang di Indonesia.

Hal ini diutarakan oleh Ganjar saat melantik 840 pejabat fungsional Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Karena menurutnya, para ASN tersebut sudah disumpah untuk setia pada NKRI, Pancasila dan UUD 1945, sehingga tidak ada dalil yang bisa membenarkan mereka berafiliasi dengan kelompok yang dianggap berbahaya dan bertentangan dengan konstitusi.

“Saya ingatkan kepada seluruh ASN khususnya yang hari ini dilantik, bahwa bapak ibu sudah menandatangani pakta integritas di antaranya setia dan taat pada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945, serta tidak boleh bergabung atau terafiliasi dengan organisasi-organisasi terlarang,” kata Ganjar, Kamis (11/2).

Jika sampai ada yang bergabung dan berafiliasi dengan kelompok masyarakat tersebut, ia menyarankan agar mereka melepaskan diri dari statusnya sebagai abdi negara.

“Kalau masih ada, silakan angkat tangan sejak sekarang,” tegasnya. [NOE]

Pos terkait