Waspada, HTI Masih Berkeliaran Walau Sudah Dibubarkan

  • Whatsapp
IMG 20210212 111151
Habib Hasan Mujtaba Hasyemie Bin Syekh Abubakar.

Bondowoso, Inisiatifnews.com – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) secara resmi telah dibubarkan oleh pemerintah karena dianggap anti-Pancasila. Pencabutan status badan hukum itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017, tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI.

Pembubaran HTI dilakukan melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Bacaan Lainnya

Namun demikian, pembubaran HTI secara hukum tidak lantas membuat aktivitas mereka berhenti. Mereka seringkali membuat kegiatan atau aktivitas dengan bentuk dan pola baru, dengan tujuan yang sama yakni mengkampanyekan ideologi khilafah versi mereka.

Menurut Habib Hasan Mujtaba Hasyemie Bin Syekh Abubakar atau yang sering akrab dipanggil Habib Hasan Hatamie, hal itu perlu diantisipasi. Pasalnya, pola gerakan eks HTI saat ini yang cukup intensif melalui media sosial.

“Kelompok eks HTI meskipun telah dibubarkan, mereka masih banyak melakukan gerakan penyebaran ideologi yang anti terhadap Pancasila. Dan gerakan eks HTI di media sosial inilah yang justru harus diantisipasi semua pihak, karena karakter media sosial, orang dapat dengan bebas menyebarkan pesan ke banyak sasaran, dan lebih cepat,” kata Habib Hasan Hatamie, Jumat (12/2/2021).

Habib Hasan Hatamie menjelaskan, mungkin karena telah dibubarkan, mereka agak kesulitan dalam membuat kegiatan yang bersifat konvensional seperti halaqoh kajian dan semacamnya. Jadi mereka memanfaatkan sosial media untuk menyebarkan paham atau ideologi mereka.

Dengan demikian, Habib Hasan Hatamie mewanti-wanti agar semua elemen peka dan bahu membahu dalam menangkal penyebaran paham dari pihak manapun, yang tidak sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi bangsa yakni Pancasila. 

“Media sosial kini jadi sarana propaganda kelompok eks HTI dan lainnya yang anti terhadap Pancasila. Sehingga kita juga harus aktif menangkalnya,” pungkasnya. []


Pos terkait