Mahfud MD : Pemerintah Tak Pernah Anggap Din Syamsuddin Radikal

  • Whatsapp
IMG 20201126 WA0047
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof Mohammad Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof Mohammad Mahfud MD menyampaikan, bahwa pemerintah tidak pernah menganggap bahwa mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin sebagai orang yang memiliki paham radikal.

“Pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme,” kata Mahfud, Sabtu (13/2/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menyebut bahwa Din Syamsuddin justu memiliki paham keagamaan watahan, bukan paham ekstremis di mana beberapa pihak memberikan labelisasi terhadapnya.

“Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh Pemerintah. Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adalah “Darul Ahdi Wassyahadah”,” jelasnya.

Memang ada pemikiran-pemikiran yang mungkin dianggap beberapa kalangan tidak sesuai dengan mereka, namun bukan berarti bisa membuat Din diberikan label radikal.

“Beliau itu kritis, bukan radikalis,” tegas Mahfud.

Menteri Pertahanan era Presiden (alm) Gus Dur itu berpendapat, bahwa dua organisasi Islam yang terbesar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah dua kelompok yang memiliki dasar pemikiran nasionalisme dan keagamaan yang tuntas. Makanya, mereka memberikan julukan Indonesia sebagai Daarul Mietsaq dan Daarul Ahdi Wassyahadah.

“Muhammadiyah dan NU kompak mengkampanyekan bahwa NKRI berdasar Pancasila sejalan dengan Islam. NU menyebut “Darul Mietsaq”, Muhammadiyah menyebut “Darul Ahdi Wassyahadah”. Pak Din Syamsuddin dikenal sebagai salah satu penguat konsep ini. Saya sering berdiskusi dengan dia, terkadang di rumah Jusuf Kalla,” papar Mahfud. []

Pos terkait