Savic Ali : Usai HTI dan FPI Dibubarkan, Kampanye Khilafah Melemah

  • Whatsapp
savic ali
Savic Ali.

Inisiatifnews.com – Praktisi media, Muhammad Syafiq Alielha (Savic Ali) menilai bahwa pasca dibubarkannya ormas HTI dan FPI oleh pemerintah, cenderung narasi-narasi Khilafah memiliki penurunan intensitas.

“Setelah HTI dan FPI dibubarkan, kelompok-kelompok ini cenderung melemah. Akun-akun yang dulu dengan lantang mengafirkan orang, mengkampanyekan khilafah sekarang jarang terlihat. Bahkan dulu saya sering dapat notifikasi dari kelompok-kelompok ini sekarang lebih jarang,” kata Savic Ali dalam diskusi online, Minggu (14/2/2021).

Bacaan Lainnya

Yang paling sederhana adalah ketika perayaan Natal dan Tahun baru, di mana momentum tersebut rutin gaduh dengan narasi kelompok takviri.

“Kelompok intoleran dan ekstremis cenderung menurun, bisa karena faktor HTI dan FPI dibubarkan. Bahkan di Natal, Valentine dan sebagainya cenderung sepi sekarang nggak segaduh tahun-tahun sebelumnya,” papar Savic.

Namun ia meminta agar deradikalisasi dan kontra narasi yang diupayakan oleh pemerintah tetap digalakkan. Karena menurutnya, platform digital sangat banyak sekali dan ruang-ruang komunikasi yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok radikal dan ekstremis ini juga sangat luas.

“Saya pribadi, ini rumit karena sekarang kita komunikasi tidak harus pakai WA, Telegram. Kita main game online saja bisa komunikasi pakai chat. Ini kan susah dilacak. Bisa jadi platform-platform game dan lain-lain ini untuk utk semi workshop mereka,” jelasnya.

“Bahkan kita bisa buat akun-akun baru setiap hari tanpa ada notifikasi kepada temannya. Ini tantangan dan tugas berat teman-teman BNPT kalau konteksnya kontra radikalisme,” tambah Savic Ali.

Bagi Savic, sosial media adalah ruang kerja yang sangat luas untuk melakukan upaya-upata besar kontra narasi. Semua pihak diharapkan bisa mengisi seluruh ruang yang ada agar pesan yang ingin disampaikan terdeliver dengan baik.

“Sekarang ini sosmed menjadi battle field, lapangan tempur baru untuk meluruskan isu-isu kagamaan. Tapi hari ini medsos perannya sangat krusial banget. Karena utk pengaruhi dan kuasai semua platform tidak mudah, tapi sekarang banyak orang-orang moderat yang sudah mulai berani bersuara,” tuturnya.

Pos terkait