Ganti Pancasila Jadi Ideologi Lain, Itu Radikal yang Negatif

  • Whatsapp
IMG 20200319 WA0074
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya.

Inisiatifnews.com – Gubernur Jawa Barat, Mohammad Ridwan Kamil menilai bahwa diksi radikal sejatinya bukan sesuatu yang negatif. Ada kalanya bermakna sesuatu yang positif.

“Tidak semua berlabel radikal itu negatif. Konsep Robot menggantikan kerja manusia itu contoh radikal yang tidak negatif. Dan Tidak semua yang yang berpikir kritis kepada pemerintah itu artinya ia radikal,” kata Ridwan Kamil di akun instagramnya, Selasa (16/2/2021).

Bacaan Lainnya

Hanya saja, radikal yang dianggap bermasalah dan berarti negatif adalah ketika ada sebuah keinginan dan gerakan yang ingin merubah ideologi bangsa Indonesia yang telah disepakati dan berjalan selama ini.

“Menjadi masalah jika dalam konteks bernegara, ada pemikiran atau perbuatan ekstrim yang ingin mengubah ideologi negara. Itu baru radikal yang pasti dilawan oleh sistem ideologi eksisting,” ujarnya.

Di mana ada sekelompok yang ingin mengganti Pancasila menjadi ideologi Khilafah Islamiah ataupun Komunis misalnya. Menurut pria yang karib disapa Kang Emil tersebut, konteks pemikiran dan gerakan semacam itu dianggap sebagai radikal yang negatif.

Wajar ketika pemerintah melalui instrumen hukumnya melakukan tindakan bagi kelompok tersebut, karena eksistensi Pancasila sebagai ideologi wajib dijaga.

“Radikal kiri mau mengganti Pancasila dengan komunisme. atau radikal kanan ingin mengganti Pancasila dengan khilafah. Karenanya Pancasila harus selalu kita jaga,” paparnya.

Bagi Kang Emil, sikap kritis perlu dijaga dan diutarakan melalui dimensi yang positif dan konstitusional. Bukan malah membungkusnya dengan narasi caci maki apalagi fitnah dan hoaks.

“Mari tetap kritis terhadap semua dimensi hidup ini, penuh dengan argumentasi tanpa harus dibumbui caci maki,” pungkasnya. []

Pos terkait