Mahfud MD Harap Diksi Cebong Kampret dan Kadrun Dihentikan

  • Whatsapp
moh mahfud md
Menko Polhukam, Prof Mohammad Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai, bahwa diksi cebong, kampret, kadrun dan sebagainya sangat tidak etis dirawat di kalangan masyarakat.

Ia berharap agar masyarakat menghentikan diksi semacam itu untuk menyerang personalisasi seseorang karena berlawanan dengan pemikiran dan sikap politik tertentu.

Bacaan Lainnya

“Mari kita hilangkan, ngapain itu, agak kurang beradab,” kata Mahfud MD, Senin (15/2/2021).

Disebut Mahfud, istrilah-istilah negatif semacam itu muncul dari kalangan masyarakat sendiri. “Istilah-istilah itu kan muncul dari masyarakat, bukan kita, bukan pemerintah yang menciptakan, bukan elit-elit kayak kita,” jelasnya.

Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri sudah meminta agar diksi semacam itu disudahi saja. “Presiden sudah mengatakan hilangkan tuh, istilah pengkotak-kotakan begitu mari kita hilangkan,” imbuhnya.

Baginya, ketika ada pihak-pihak yang tidak sependapat dengan kebijakan dari pemerintah, sebaiknya disampaikan dengan cara-cara yang lebih baik dan beradab. Kritikan demi kritikan terhadap para pemangku kebijakan adalah sesuatu yang normal saja di Indonesia.

“Ada yang kritis ada yang bertahan menjawab terhadap kritik gitu, itu sudah biasa saja dalam negara demokrasi,” pungkasnya. []


Pos terkait