PP Muhammadiyah Setuju Presiden Revisi UU ITE

  • Whatsapp
IMG 20210216 103317
Sekum PP Muhammadiyah, KH Abdul Mu'ti.

Inisiatifnews.com – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengapresiasi wacana Presiden Joko Widodo yang akan merevisi UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Trasaksi Elektronik (ITE).

Hal ini diutarakan lantaran UU ITE sering kali menjadi persoalan di kalangan masyarakat termasuk di dalam praktik hukum di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Saya setuju dengan gagasan Presiden untuk merevisi UU ITE yang sebenarnya sejak awal ditentang oleh berbagai kalangan. Beberapa pasal dalam UU ITE tumpang tindih dengan UU lain,” kata kiai Mu’ti, Selasa (16/2/2021).

“Dalam pelaksanaannya UU ITE dijadikan alat politik-kekuasaan oleh berbagai kelompok kepentingan,” imbuhnya.

Memang Revisi UU tersebut tidak ada di dalam program legislasi nasional, Mu’ti menilai langkah untuk merevisi UU ITE tetap bisa dilakukan.

“Walaupun tahun ini tidak ada dalam prolegnas, Pemerintah bisa memproses gagasan Presiden tersebut dan mengajukan kepada DPR sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa Presiden Joko Widodo berpesan agar implementasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tengang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Jika hal itu tak dapat dipenuhi, ia akan meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk merevisi UU tersebut.

“Kalau Undang-Undang ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan ya saya akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi undang-undang ini, Undang-undang ITE ini,” kata Jokowi saat memberikan arahan pada rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/2).

Presiden Jokowi bahkan mengatakan akan meminta DPR menghapus pasal-pasal karet yang ada di UU ITE. Sebab, menurut dia, pasal-pasal ini menjadi hulu dari persoalan hukum UU tersebut.

“Terutama menghapus pasal-pasal karet yang penafsirannya bisa berbeda-beda, yang mudah diinterpretasikan secara sepihak,” ujarnya. [RED]

Pos terkait