Elite Demokrat Seret Makam Gus Dur, Banser Naik Pitam

  • Whatsapp
rachland nashidik
Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Inisiatifnews.com – Ketua Bidang Kajian Strategis Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor sekaligus Panglima Densus 99 Banser, Muhammad Nuruzzaman naik pitam mendapati kicauan elite DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik yang menyeret-nyeret soal makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam polemik pembangunan Museum SBY-Ani.

“Mohon maaf, kenapa bawa-bawa Gus Dur? Cc @Jemmy_biru ini bisa kemana mana…,” tulis Nuruzzaman di akun Twitter pribadinya, @noeruzzaman, Sabtu (20/2/2021).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Rachland Nashidik membuat kicauan tentang polemik pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY ANI Pacitan, Jawa Timur. Ia menilai bahwa musem semacam itu wajar saja ada di Indonesia.

“Tak ada yang salah dengan Museum Kepresidenan. Kita punya museum Bung Karno dan Amerika Serikat punya museum dari Presiden-Presidennya. Museum adalah jejak bagi ingatan sejarah, bisa juga rujukan bagi standar pencapaian pada suatu bangsa. Dan obyek wisata bagi pendapatan daerah,” tulis Rachland di akun twitternya @RachlanNashidik, Rabu (17/2).

Kicauan Rachland ini pun mendapatkan respon dari netizen @EAndalusy. Di mana netizen tersebut menilai bahwa pembangunan museum tersebut tidak menjadi soal ketika dibangun atas biaya pribadi, bukan dari uang negara.

“Memang tdk ada yg salah dan tdk ada yg menyalahkan kalau pembiayaan pembangunannya bersumber dari pribadi, yg bikin prihatin dan tuhan tidak suka kok teganya dimasa krisis pandemi ini ada yg ngemis anggaran hanya demi museum keluarga,” tulisnya.

Sontak, komentar netizen itu direspon oleh Rachland. Sayangnya, ia menyeret makam almarhum Gus Dur di dalam polemik tersebut.

“Pertama, bukan museum keluarga. Kedua, inisiatif pendanaan datang dari Pemprov — itu juga cuma sebagian. Terbesar berasal dari sumbangan dan partisipasi warga. Ketiga, sebagai pembanding, Anda tahu makam Presiden Gus Dur dibangun negara?,” balas Rachland.

Di komentarnya itu, Rachland juga menautkan sebuah berita dari Kompas.com dengan judul Makam Gus Dur Dibuat Senyaman Mungkin yang diterbitkan pada hari Senin 20 September 2010 pukul 18.51 WIB.

Namun jika dibaca isi dari berita yang diturunkan oleh Kompas.com, pemerintah tidak membangun makam Gus Dur, melainkan membangun infrastruktur di kawasan makam yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

“Sesuai permintaan keluarga, bukan makamnya. Tapi lingkungannya sehingga jumlah peziarah yang ribuan tiap hari akan nyaman dan memperoleh manfaat yang baik, lalu akan merasa nyaman,” ujar Menko Kesra Agung Laksono dalam keterangan pers di Istana Negara seusai rapat terbatas dikutip dari situas Kompas. []


Pos terkait