Kiai Syafiq : Wasathiyah Islam Jadi Wajah Islam di Indonesia

  • Whatsapp
IMG 20210219 WA0037
Prof. Syafiq A. Mughni.

Inisiatifnews.com – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025, Prof. Syafiq A. Mughni menyampaikan bahwa pentingnya peran Islam Moderat atau Wasathiyah Islam dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Konsep Wasathiyah Islam sebetulnya sudah ada sejak lama, namun gambaran lebih jelas tentang itu dirumuskan pada Pertemuan Tingkat Tinggi oleh ulama-ulama dunia di Bogor, bahwa cirinya Wasathiyah Islam meliputi keadilan, moderasi, toleransi, kewarganegaraan, keteladanan, Islah dan sebagainya,” kata kiai Syafiq dalam webinar yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur dengan tema “Islam Moderat untuk Indonesia Damai”, Kamis (18/2/2021).

Bacaan Lainnya

Tokoh Islam Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2020 ini menjelaskan, bahwa saat konsep Islam Moderat atau Wasathiyatul Islam menjadi penting ketika dihadapkan perkembangan terakhir, baik di Indonesia maupun dunia internasional.

“Munculnya gejala-gejala faham keagamaan yang punya akar cukup panjang dimasa lalu, tetapi masih kita lihat hidup hingga sekarang yang sesungguh kita pandang tidak mencerminkan Wasathiyah dalam Islam sendiri,” ujarnya.

Ia mencontohkan, misalnya mereka yang menolak prinsip kewarganegaraan yang menjadi ciri Wasathiyah Islam, mereka menganggap NKRI atau negara bangsa modern sebagai negara jahiliyah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Maka yang paling cocok menurut mereka adalah melebur menjadi satu dalam bentuk khilafah Islamiyah,” terangnya.

Prof Syafiq kemudian melanjutkan penjelasannya bahwa di antaranya yang tidak sesuai dengan Wasathiyah Islam adalah ajaran yang mengkafirkan sesama Muslim hanya karena berbeda pendapat. Mereka menganggap yang berbeda dengan mereka itu salah, batil bahkan dianggap keluar dari ajaran Islam.

Sikap takfiri (mengkafirkan) menurutnya menjadi problem bagi masyarakat kontemporer sekarang ini.

“Negara kita memerlukan pemikiran jernih. Wasathiyah Islam yang akan menjadi wajah Islam di Indonesia. Pada saat yang sama kita harus melakukan usaha-usaha memperkuat ajaran Islam tentu bisa menjadi wajah bangsa Indonesia,” tegas pria yang pernah menempuh pendidikan S3 di UCLA Amerika Serikat itu.

Tentu bukan berarti agama lain tidak punya hak untuk hidup, tetapi semangat ajaran Islam moderasi yang diberikan oleh Islam itu juga memberikan jaminan bagi masyarakat non Muslim supaya merasa tetap loyal terhadap masyarakat, negara dan kepentingan bangsa Indonesia.

“Jadi intinya adalah Moderasi atau Wasathiyah harus muncul dari umat Islam, tetapi harus menjadi ciri dari agama lain di Indonesia. Hal tersebut bisa memperkokoh jaringan bangsa kita. Negara kita adalah “Darul Ahdi“, artinya negara tempat kita melakukan konsensus nasional dan “Darul Syahadah” artinya negara tempat kita mengisi,” tandasnya.


Pos terkait