Seret Gus Dur di Polemik Museum SBY, Demokrat Dianggap Lagi Pansos

  • Whatsapp
Yudi Nurcahyadi
Kepala Satuan Koordinator Wilayah Banser Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Kicauan politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik terkait makam Gusdur mendapat atensi Komandan Banser Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi.

Yudi menyarankan Partai Demokrat fokus saja untuk menghadapi persoalan tersebut, bukan menyeret konteks yang tidak tepat.

Bacaan Lainnya

“Sudahlah, Saya pikir hadapi saja, kalau memang ada dana APBD untuk pembangunan Museum Rp 9 Milyar ya tinggal jelaskan saja. Tidak usah ngalor ngidul, bawa ini itu,” ujar Yudi dalam keterangan persnya, Sabtu (20/2/2021).

Dirinya pun mengaku tidak mau berkomentar dan berspekulasi terkait soal kebijakan Pemda Pacitan.

“Silakan lah rakyat yang menilai soal patut apa tidaknya. Apalagi di dalam masa pandemi seperti sekarang ini ugansinya apa, ya silakan lah rakyat yang menilai,” katanya.

Yudi merasa heran kenapa jadi memunculkan nama Gusdur di dalam polemik pembangunan museum SBY-Ani.

“Kita pernah dulu berurusan dengan elit Demokrat yang mengatakan Gusdur jatuh karena korupsi. Eh sekarang seolah olah terulang lagi,” sambungnya.

Komandan Banser Jawa Barat yang tinggal di Kabupaten Garut ini menduga Demokrat masih meneruskan agenda panjat sosial (pansos).

“Ya kalau pansos ya silakan saja. Ngerti lah kita, soal kayak begituan. Tapi kalau sudah bawa nama Kiai, itu bisa kualat,” kata Yudi mengingatkan.

Merosotnya elektabilitas partai Demokrat dari tahun ke tahun menurut Yudi, menjadikan elite partai untuk mengolah agar berita Partai seakan akan terus muncul.

“Padahal menurut kami, itu bisa kontraproduktif. Lihat aja nanti. Hari ini rakyat sudah faham dan ngerti betul soal politik dan kelakuan elit politik,” ungkapnya. []


Pos terkait