Ganjar Akui Salah soal Banjir Jateng, Uki Beri Apresiasi

  • Whatsapp
ganjar pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Inisiatifnews.com – Demografer muda, Dedek “Uki” Prayudi mengapresiasi sikap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengakui kesalahan tentang kondisi banjir di wilayahnya.

Walau secara hirarkis, banjir di wilayah Jawa Tengah tidak serta-merta merupakan tanggungjawab penuh Gubernur.

Bacaan Lainnya

“Padahal Semarang (daerah tingkat II) itu daerah otonom, tidak seperti DKI dimana otonomi ada di tangan daerah tingkat I. Sah-sah saja kalau pak Ganjar Pranowo bareng warga Semarang “menagih” tanggung jawab Pemkot. Tapi pak GP memilih untuk mengaku salah,” ujarnya, Rabu (24/2/2021).

Hanya saja, pria yang karib disapa Uki ini berpesan kepada Gubernur Ganjar agar memperhatikan penanganan dan antisipasi banjir melalui mitigasi yang terus ditingkatkan.

“Tapi ada yang gak kalah penting daripada sikap pak GP ini, yaitu strategi dan pelaksanaan mitigasi dan adaptasi bencana yang harus diperkuat,” kata Uki.

Terakhir, apapun kondisi buruk yang ada, empati terhadap para korban bencana adalah kunci. Salah satunya adalah memberikan awareness bahwa keselamatan masyarakat menjadi sesuatu yang sangat penting. Sekaligus dibarengi dengan keterbukaan informasi yang baik.

“Juga empati terhadap korban bencana dan transparansi data bencana,” tuturnya.

“Jangan sampai meniru daerahku (DKI), pak!,” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa Ganjar menganggap dirinya adalah orang yang paling bersalah saat menjawab saat membalas pernyataan warganet di Twitter. Warganet itu mulanya mengomentari video unggahan Ganjar yang memperlihatkan Stasiun Pompa Kalibaru, Semarang.

“Padahal kalau mau pak @ganjarpranowo bisa menyalahkan walikota lalu salahkan air kiriman Ungaran,” demikian cuitan akun @aditya180204 pada pada Selasa (23/2) malam pukul 21.40 WIB.

Ganjar kemudian membalas cuitan akun tersebut. Ia menilai bahwa seluruh jajaran di bawahnya sudah bekerja dengan baik, dan persoalan banjir yang terjadi di beberapa titik di Jawa Tengah itu tetap merupakan tanggungjawabnya pula, sehingga ketika ada kendala maka ia pun merasa perlu meminta maaf kepada publik.

“Saya yang salah. Yang lain sudah bekerja dengan baik,” jawab Ganjar, selang empat menit kemudian. []

Pos terkait