JoMan Sebut Kerumunan Jokowi dan Rizieq Berbeda

  • Whatsapp
immanuel ebenezer
Immanuel Ebenezer.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer menyesalkan pernyataan politisi Partai Gerindra, Fadli Zon tentang kerumunan rakyat saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bendungan untuk Food Estate di Maumere.

Apalagi di dalam pernyataan anak buah Prabowo Subianto itu membandingkan aksi kerumunan yang sama dengan kedatangan Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Shihab bulan November 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Perbedaanya terletak pada konteks, di mana kerumuman yang terjadi sejak di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, hingga Petamburan termasuk acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW serta pernikahan Najwa binti Rizieq Shihab ada seriuan khusus. Sementara kerumunan Presiden Jokowi di Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ada seruan apalagi persiapan khusus penyambutan.

“Tidak ada seruan, tidak ada persiapan. Tidak ada mobilisasi,” kata aktivis 98 yang karib disapa Noel itu, Rabu (24/2/2021).

Noel menilai bahwa pernyataan Fadli Zon terbilang selalu politis jika bicara tentang Presiden Jokowi. Baginya, sarusnya Fadli bisa melihat kehadiran rakyat di Maumere adalah spontanitas, bukan penggalangan seperti yang di dalam kasus kerumunan Rizieq Shihab.

“Persiapan FPI matang, kampanye beredar luas. Jadi beda dong dengan spontanitas rakyat yang hadir di Food Estate Maumere,” ucapnya.

Dirinya berharap agar Fadli stop berkomentar yang tak baik tentang Presiden Jokowi. Apalagi, partai Gerindra sudah masuk di dalam kabinet dan menjadi partai pendukung pemerintahan. Tidak sepatutnya kader partai justru menggiring opini negatif terhadap pemerintahan.

Imbauan ini bukan berarti Noel meminta agar tidak ada kritik termasuk kepada Presiden Jokowi. Hanya saja, ia meminta agar kritikan itu tujuannya untuk membangun, bukan sekedar memunculkan sentimen negatif belaka.

“Kehadiran rakyat benar-benar spontan. Tidak ada mobilisasi. Mereka hadir karena mencintai presiden,” pungkasnya.

Fadli zon bandingkan kerumunan Jokowi dengan Rizieq

Sebelumnya, politikus Partai Gerindra, Fadli Zon menyebut kerumunan saat kunjungan Presiden Jokowi ke Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjadi karena spontanitas warga. Spontanitas itu sama halnya dengan yang terjadi di dalam kerumunan Habib Rizieq Shihab.

“Menurut saya, spontanitas seperti itu sulit dihindari. Itu pula yang terjadi dengan kedatangan Habib Rizieq dan acara pernikahan putrinya di Petamburan,” kata Fadli hari ini.

Anggota Komisi I DPR RI itu menyebut, seharusnya kerumunan yang terjadi saat kedatangan Presiden Jokowi juga ditindak. Dengan begitu, kata dia, tidak ada standar ganda yang terjadi terkait protokol kesehatan.

“Kalau kerumunan ini tidak dipersoalkan, maka demi keadilan seharusnya Habib Rizieq dan para ulama yang kini ditahan sebaiknya dibebaskan saja, karena masyarakat akan menilai ada ketidakadilan dipertontonkan nyata, double standard dan tak memberi keteladanan,” ujarnya. []

Pos terkait