Wempy Kaget, Pejabat Terkenal Berintegritas Sampai Dicokok KPK

  • Whatsapp
wilhelmus wempy hadir
Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wilhelmus Wempy Hadir.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Direktur Indopolling Network, Wilhelmus Wempy Hadir merasa kaget atas penangkapan yang dilakukan oleh tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

“Saya secara pribadi sangat terkejut dengan berita penangkapan terhadap pak Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan,” kata Wempy kepada Inisiatifnews.com, Sabtu (27/2/2021).

Bacaan Lainnya

Hal ini lantaran Wempy menilai, Nurdin Abdullah adalah salah satu pejabat publik yang memiliki integritas sangat baik. Terlebih lagi sejak politisi PDI Perjuangan itu memimpin Kabupaten Bantaeng.

“Yang kita tahu, beliau merupakan salah satu kepala daerah yang mempunyai integritas tinggi dalam pelayanan publik. Bahkan ketika memimpin Kab Bantaeng, dia melakukan pembenahan yang luar biasa,” ujarnya.

Ia tahu bahwa ketika seseorang mendapatkan jabatan dan kekuasaan tinggi, potensi untuk melakukan pelanggaran hukum seperti tindak pidana korupsi sangat besar.

“Godaan dalam menyalahgunakan kekuasaan bisa terjadi terhadap siapa saja,” ucapnya.

Atas dasar kasus itu, Wempy mengharapkan semua pihak mempercayakan penanganannya kepada KPK.

“Oleh sebab itu, kita serahkan kepada KPK untuk menyelesaikan kasus tersebut secara adil dan profesional,” tandasnya.

“Jika terhadapi abuse of power, maka perlu diberikan tindakan berdasarkan ketentuan yang ada,” sambung Wempy.

Jangan berhenti di Nurdin

Selain itu, Wempy juga meminta kepada KPK yang menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi atas Nurdin Abdullah agar tidak hanya berhenti di pelaku saja, melainkan seluruh jaringan yang terlibat di dalam kasus tersebut.

“Jika memang terjadi dugaan korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan, perlu dilakukan tracing siapa saja yang menikmati kejahatan korupsi tersebut. Dengan demikian ada efek jera bagi yang lain,” tuturnya.

Tracing duit haram menjadi penting untuk membongkar sindikat yang ada.

“Saya yakin KPK akan melakukan tracing terhadap Pak Nurdin. Tracing ini perlu dilakukan agar bisa mendeteksi aliran dana tersebut kemana dan untuk apa serta siapa yang menikmatinya,” tambahnya.

Terakhir, Wempy mengharapkan kepada semua pejabat publik khususnya para kepala daerah di seluruh Indonesia, agar jangan sekali-kali melakukan penyalahgunaan jabatan (abuse of power) untuk melakukan pelanggaran pidana.

“Penangkapan terhadap pak Nurdin Abdullah menjadi alarm bagi seluruh kepala daerah bahwa jangan pernah main-main dengan kekuasaan. Jalankan kekuasaan dengan profesional dan penting sekali selalu mengingat sumpah jabatan,” pungkasnya. [NOE]

Pos terkait